1. News
  2. Opinion
  3. Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman

Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman

dokter-as-terinfeksi-virus-ebola-bundibugyo-dievakuasi-ke-jerman
Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman
Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman
Ilustrasi. (Agung)

SEORANG dokter asal Amerika Serikat yang terinfeksi virus Ebola dilaporkan berada dalam kondisi sangat lemah saat dievakuasi dari Republik Demokratik Kongo (DRC) menuju Jerman untuk menjalani perawatan intensif.

Dr. Peter Staffordseorang misionaris medis yang bekerja untuk kelompok Kristen Sersandinyatakan positif terinfeksi Bundibugyo ebola virus saat bertugas di Provinsi Ituri, pusat wabah tersebut. Stafford diterbangkan ke Jerman pada hari Selasa waktu setempat dengan pengamanan medis yang sangat ketat.

Kondisi Kritis saat Evakuasi

Dr. Scott Myhre, Direktur Area Afrika Timur dan Tengah untuk Sersanmengungkapkan bahwa kondisi Stafford tampak sangat memprihatinkan saat keberangkatan. Stafford bahkan tidak mampu berdiri sendiri dan harus dipapah oleh petugas medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Dia terlihat sangat lelah dan sakit parah,” ujar Myhre kepada NBC News. Selama penerbangan dari DRC ke Jerman, Stafford ditempatkan di dalam tempat tidur plastik berbentuk tabung seukuran peti mati yang dirancang khusus untuk melindungi kru pesawat dari risiko infeksi.

Kronologi Paparan Virus

Paparan virus diduga terjadi di Rumah Sakit Nyankunde. Beberapa hari sebelum wabah dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika, Stafford mengoperasi seorang pasien berusia 33 tahun yang menderita sakit perut parah. Awalnya, tim medis menduga pasien tersebut menderita infeksi kantung empedu.

Namun, saat prosedur pembedahan dilakukan, Stafford menemukan kantung empedu pasien dalam kondisi normal. Pasien tersebut meninggal dunia keesokan hari dan dimakamkan sebelum sempat menjalani tes Ebola. Belakangan baru disadari bahwa pasien tersebut kemungkinan besar meninggal akibat virus mematikan tersebut.

Meskipun Stafford dikenal sebagai profesional yang sangat teliti dalam penggunaan gaun steril, sarung tangan, dan kacamata pelindung, Myhre menekankan bahwa prosedur standar bedah terkadang tidak cukup untuk mencegah paparan Ebola dalam situasi wabah.

Statistik Wabah Ebola Bundibugyo:

  • Tingkat Kematian: 30 hingga 50 persen (Data WHO).
  • Total Kasus Suspek: Mencapai 600 kasus.
  • Total Kematian Suspek: 139 jiwa.
  • Status: Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC).

Keluarga dan Rekan Medis dalam Pemantauan

Istri Stafford, Rebekah, yang juga seorang dokter dan ikut merawat pasien yang sama, kini sedang dipantau bersama keempat anak mereka. Meskipun belum menunjukkan gejala, Rebekah dan anak-anaknya dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Charite Berlin untuk berada di dekat Stafford.

Selain itu, seorang dokter lain bernama Patrick LaRochelle juga sedang dalam pemantauan setelah terpapar melalui pasien kedua. LaRochelle telah dipindahkan ke Rumah Sakit Bulovka di Praha, Republik Ceko. Hingga saat ini, baik Rebekah maupun LaRochelle dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah ini sebagai darurat kesehatan global. Virus Bundibugyo sendiri berkerabat dekat dengan virus Ebola Zaire yang menyebabkan epidemi besar di Afrika Barat pada periode 2013-2016. (The Independent/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dokter AS Terinfeksi Virus Ebola Bundibugyo Dievakuasi ke Jerman
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us