Jakarta (ANTARA) – Setelah pebulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung memutuskan keluar dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI, Putri Kusuma Wardani siap mengemban tugas berat sebagai tunggal paling senior.
Putri saat ini menjadi sosok paling senior sekaligus pebulu tangkis dengan rangking tertinggi BWF Indonesia di sektor tunggal putri setelah bertengger di posisi keenam dunia.
“Ya, bebannya Kak Grego (Gregoria-red) pindah ke aku, kan. Namun aku menjalaninya dengan senang hati. Terus berpikir positif,” kata Putri saat ditemui pewarta di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
Baca juga: Ganda putra Indonesia ditargetkan juara Indonesia Open 2026
Baca juga: Fajar/Fikri genjot persiapan hadapi Singapura Open dan Indonesia Open
Sebelumnya, pada Jumat (15/5), Gregoria memutuskan mundur dari pelatnas pada Jumat (15/5) karena alasan kesehatan, vertigo yang dideritanya tidak kunjung pulih.
Kepergian peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu membuat tongkat estafet regenerasi di sektor tunggal putri Indonesia segera dilakukan.
Putri mengaku bahwa beban yang ada di punggungnya saat ini sudah dipersiapkan mengingat posisi Gregoria sudah absen cukup lama karena kondisi fisik.
“Pasti (terbebani-red). Namun Insyaallah aku ingin lebih dari Kak Grego,” tutur Putri.
Putri KW saat ini bersiap untuk menatap dua gelaran seri turnamen BWF yakni Singapura Open 2026 dan Indonesia Open 2026.
Singapura Open 2026 dijadwalkan akan berlangsung mulai 26-31 Mei, sedangkan Indonesia Open 2026 akan berlangsung mulai 2-7 Juni.
Baca juga: Fajar/Fikri tak ingin terlarut dari kegagalan di Piala Thomas 2026
Baca juga: Putri KW targetkan bisa raih podium di Indonesia Open 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.