
Siput Laut Telanjang dari Sulawesi
Nudibranch atau siput laut telanjang adalah salah satu kelompok hewan yang paling menarik perhatian di bawah laut. Tubuhnya yang berwarna-warni dengan pola unik membuat hewan ini tampak berbeda dari kebanyakan organisme laut lainnya. Tak heran jika nudibranch menjadi objek favorit para penyelam dan fotografer bawah air di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Nama nudibranch berasal dari gabungan bahasa Latin nudus yang berarti telanjang dan bahasa Yunani brankhia yang berarti insang. Sebutan tersebut merujuk pada ciri khas mereka, yaitu insang yang pada banyak spesies tampak terbuka di bagian punggung. Berbeda dengan siput darat atau siput laut lainnya, kelompok moluska ini tidak memiliki cangkang pelindung saat dewasa.
Para peneliti meyakini bahwa warna-warna mencolok yang dimiliki nudibranch merupakan hasil proses evolusi. Warna tersebut dapat berfungsi sebagai kamuflase di lingkungan tertentu, tetapi juga sebagai bentuk peringatan bagi predator bahwa tubuh mereka mengandung racun atau zat yang tidak aman untuk dimakan. Menariknya, warna cerah tidak hanya ditemukan pada individu dewasa, tetapi juga pada telur-telurnya yang dapat berwarna merah, merah muda, hingga oranye.
Bertahan Hidup dengan Racun dan Adaptasi
Nudibranch memiliki berbagai strategi pertahanan yang unik. Sejumlah spesies diketahui mampu menyimpan racun kuat yang diperoleh dari makanan mereka, terutama spons laut. Racun tersebut dapat digunakan untuk melindungi diri dari pemangsa. Beberapa jenis lainnya bahkan mampu menghasilkan zat kimia sendiri atau mengeluarkan cairan asam ketika merasa terganggu.
Kemampuan adaptasi mereka juga sangat mengesankan. Nudibranch dapat ditemukan mulai dari perairan tropis hingga wilayah dekat Antartika. Mereka hidup di berbagai habitat, mulai dari batuan, padang rumput laut, spons, hingga terumbu karang. Kemampuan bertahan pada kondisi lingkungan yang beragam membuat kelompok ini tersebar luas di lautan dunia.
Saat ini, lebih dari 3.000 spesies nudibranch telah berhasil diidentifikasi. Ukurannya pun sangat bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sekitar 30 sentimeter. Ketersediaan makanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ukuran tubuh mereka.
Dua Spesies Baru dari Sulawesi Utara
Pada 2025, para ilmuwan mengumumkan penemuan dua spesies baru nudibranch dari perairan Sulawesi Utara. Kedua spesies tersebut diberi nama Phyllidia fontjei sp. nov. dan Phyllidia ovata sp. nov. Penelitian ini melibatkan kolaborasi peneliti dari Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Indonesia, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan dipublikasikan dalam jurnal ZooKeys.
Nama Phyllidia fontjei diberikan untuk menghormati mendiang Fontje Kaligis, seorang ahli taksonomi yang banyak meneliti moluska laut di Indonesia Timur. Spesies ini sebelumnya sempat keliru diidentifikasi sebagai spesies lain karena memiliki kemiripan pola warna. Namun, analisis morfologi dan data genetik menunjukkan bahwa spesies tersebut memiliki karakter yang berbeda dan layak ditetapkan sebagai spesies baru.
Sementara itu, Phyllidia ovata memperoleh namanya dari bentuk tubuh yang menyerupai telur. Menariknya, spesies ini sebenarnya telah beberapa kali didokumentasikan oleh penyelam dan pengamat kehidupan laut selama lebih dari dua dekade. Meski demikian, statusnya sebagai spesies baru baru dapat dipastikan setelah penelitian ilmiah yang mendalam.
Dijuluki Kelinci Laut
Nudibranch sering dijuluki sebagai “kelinci laut”. Julukan tersebut berasal dari keberadaan sepasang struktur bernama rinofor di bagian kepala. Organ ini berfungsi sebagai alat penciuman dan perasa untuk mendeteksi makanan maupun ancaman di sekitarnya. Bentuknya yang tegak dan berpasangan membuatnya tampak seperti telinga kelinci.
Menurut penyelam dan pemerhati isu kelautan dari Gorontalo, Gusnar Ismail, kelinci laut dapat ditemukan hampir di seluruh perairan Indonesia. “Kelinci laut tersebar luas. Bisa ditemukan di berbagai tempat karena banyak jenisnya dengan bentuk berbeda. Ciri khasnya adalah dua telinga yang mirip kelinci,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Kelas Gastropoda dan Filum Moluska, nudibranch menjadi salah satu penyumbang penting keanekaragaman hayati laut Indonesia. Penemuan spesies baru dari Sulawesi Utara kembali menunjukkan bahwa perairan Indonesia masih menyimpan banyak kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terungkap oleh ilmu pengetahuan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.
Tim Editor