1. News
  2. Bulutangkis
  3. Servis jadi PR Amri/Nita dari Indonesia Open 2026

Servis jadi PR Amri/Nita dari Indonesia Open 2026

servis-jadi-pr-amri/nita-dari-indonesia-open-2026
Servis jadi PR Amri/Nita dari Indonesia Open 2026

Jakarta (ANTARA) – Persoalan servis, baik mengirim maupun menerima, menjadi pekerjaan rumah ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah setelah terhenti pada babak 16 besar BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026.

Amri/Nita kalah dari unggulan keenam asal China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 17-21, 9-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

“Hari ini kami banyak kalah karena servis. Ini harus diperbaiki,” kata Amri seusai pertandingan.

Baca juga: Tiwi/Fadia jadikan dukungan Istora modal ke perempat final

Baca juga: Rachel/Febi matangkan komunikasi hadapi Ana/Trias di delapan besar

Amri mengatakan permainan mereka sebenarnya sempat berjalan cukup baik pada awal gim pertama. Namun, sejumlah kesalahan sendiri membuat Guo/Chen mendapat momentum untuk mengembangkan permainan.

“Sebenarnya gim pertama sudah cukup baik, startnya sudah bagus, tapi ada kesalahan-kesalahan yang kami buat dan itu bikin mereka percaya diri untuk mengeluarkan kemampuan mereka,” ujar Amri.

Menurut Amri, kepercayaan diri lawan yang makin meningkat membuat mereka berada dalam tekanan. Kondisi itu kemudian membuat Amri/Nita sulit keluar dari pola permainan pasangan China tersebut.

“Akhirnya kami banyak dapat tekanan. Kami juga tidak bisa keluar dari tekanan, kami buangnya jadi salah sendiri, jadi mati-mati sendiri,” kata Amri.

Amri mengatakan banyaknya kesalahan pada gim pertama ikut memengaruhi kepercayaan diri mereka saat memasuki gim kedua. Setelah kehilangan momentum, Amri/Nita semakin kesulitan mengimbangi tekanan Guo/Chen.

“Itu yang bikin kami enggak percaya diri di awal gim kedua,” ujar Amri.

Nita mengatakan variasi tempo servis Guo/Chen cukup mengganggu ritme permainan mereka. Menurut dia, pasangan China itu mampu memainkan tempo servis dengan baik sehingga membuat mereka tidak selalu nyaman dalam memulai reli.

“Variasi tempo servis mereka cukup mengganggu saya. Kadang dipercepat, kadang diperlambat. Karena kadang ada yang kami baru siap, mereka sudah servis. Lalu ketika kami sudah benar siap, tapi mereka melamakan pertandingan. Itu lumayan mengganggu,” kata Nita.

Kekalahan tersebut membuat Amri/Nita membawa evaluasi dari Indonesia Open, terutama terkait kesiapan dalam bola pertama. Servis dan terima servis menjadi bagian yang perlu dibenahi agar mereka tidak mudah berada dalam tekanan sejak awal reli pada turnamen berikutnya.

Selain itu, Amri/Nita juga perlu memperbaiki ketenangan ketika lawan mulai mendapat momentum. Kesalahan sendiri yang muncul pada fase penting pertandingan menjadi salah satu catatan agar mereka bisa lebih konsisten menghadapi pasangan unggulan.

Pada pertandingan lainnya nasib serupa juga dialami Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang harus angkat koper di 16 besar setelah kalah dari unggulan pertama asal China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan skor 14-21, 21-17, 18-21.

Baca juga: Putri KW ubah pola untuk lewati tekanan Michelle Li

Baca juga: Dukungan Istora bantu Ana/Trias bangkit dari tekanan di Indonesia Open

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Servis jadi PR Amri/Nita dari Indonesia Open 2026
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us