
GUNUNG Everestpuncak tertinggi di dunia, menyimpan kisah unik di balik sejarah pengukurannya. Pada pertengahan abad ke-19, para ilmuwan diketahui sengaja memanipulasi angka ketinggian gunung tersebut agar terlihat lebih meyakinkan di mata publik.
Berdasarkan catatan sejarah, survei resmi pertama Everest pada tahun 1852 sebenarnya menghasilkan angka rata-rata tepat di 29.000 kaki setelah dilakukan pengukuran di enam lokasi berbeda.
Namun, tim publikasi saat itu merasa angka bulat tersebut akan dianggap sebagai perkiraan kasar oleh masyarakat, bukan sebuah laporan ilmiah yang kredibel.
Manipulasi Demi Kredibilitas
Untuk menghindari kesan ketidakakuratan, tim memutuskan untuk sengaja menambahkan 2 kaki, sehingga tinggi Everest diumumkan secara resmi sebesar 29.002 kaki (8.840 meter). Angka “palsu” yang disengaja ini bertahan sebagai ukuran resmi selama lebih dari satu abad.
Baru pada tahun 1954, Survei India melakukan pengukuran ulang dan menemukan ketinggian Everest berada di angka 8.848 meter atau 29.028 kaki.
Kali ini, hasilnya dilaporkan apa adanya karena angka yang dihasilkan tidak bulat, sehingga dianggap memenuhi standar ilmiah tanpa perlu modifikasi tambahan.
Mengapa Ketinggian Everest Terus Berubah?
Perubahan angka ketinggian Everest tidak hanya disebabkan oleh teknik pengukuran, tetapi juga faktor alam dan metodologi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa tinggi Everest terus bergeser:
- Aktivitas Tektonik: Pergerakan lempeng tektonik di bawah Pegunungan Himalaya terus mendorong atau menggeser posisi gunung.
- Faktor Alam: Gempa bumi besar, seperti yang terjadi pada tahun 2015, diduga sempat menyusutkan lapisan es di puncak Everest.
- Metode Hitung: Terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah lapisan es harus dihitung atau hanya “ketinggian batuan asli”. Tiongkok pernah mencatat angka 8.844,43 meter karena hanya menghitung batuan, sementara negara lain menyertakan puncak salju.
Kontroversi ini mulai mereda setelah tim gabungan Nepal-Tiongkok melakukan pengukuran ulang pasca-gempa 2015. Hasil terbaru menyepakati ketinggian Everest berada di angka 8.848,86 meter.
Meski angka ini kini menjadi standar global, para ahli meyakini bahwa tinggi sang atap dunia masih bisa berubah di masa depan seiring dinamika bumi yang terus berlangsung. (IFLScience/Z-10)