Festival Kampung Dongeng 2026
Tradisi mendongeng di lingkungan keluarga menghadapi tantangan besar. Banyak orang tua yang kini memiliki keterbatasan waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan anak, sementara ruang bermain yang aman dan ramah anak juga semakin berkurang. Oleh karena itu, Festival Kampung Dongeng hadir sebagai upaya menghidupkan kembali budaya bercerita yang selama ini menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak.
Festival Kampung Dongeng 2026 diselenggarakan secara serentak di 57 kota yang tersebar di lebih dari 20 provinsi di Indonesia pada 16 hingga 31 Mei 2026. Mengusung tema “Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi anak dan orang tua untuk menikmati berbagai aktivitas literasi tutur, mulai dari mendengarkan dongeng, membaca buku, bermain, hingga berkreasi bersama.
Menghadirkan Ruang Kebersamaan untuk Keluarga
Sepanjang penyelenggaraannya, festival ini berhasil menjangkau lebih dari 9.000 peserta yang berasal dari sekitar 2.850 keluarga. Kegiatan berlangsung di berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara.
Berbeda dengan banyak kegiatan anak yang menempatkan orang tua sebagai pendamping pasif, Festival Kampung Dongeng justru mengajak seluruh anggota keluarga terlibat aktif. Orang tua dan anak menjadi bagian dari setiap aktivitas yang dirancang untuk memperkuat interaksi dan membangun kedekatan emosional.
Melalui kegiatan sederhana seperti mendengarkan cerita, membaca buku bersama, hingga permainan edukatif, keluarga diajak menciptakan quality time yang bermakna. Pendekatan ini sekaligus menjadi alternatif di tengah semakin banyaknya waktu yang dihabiskan anak bersama perangkat digital.
Kemeriahan festival juga terasa pada penyelenggaraan tingkat pusat yang menghadirkan penyanyi dan aktris muda Quin Salman sebagai bintang tamu. Kehadirannya menambah antusiasme anak-anak dan keluarga yang mengikuti rangkaian acara.
Perjalanan 17 Tahun Kampung Dongeng
Festival tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari perayaan 17 tahun perjalanan Kampung Dongeng. Komunitas ini didirikan oleh Kak Awam Prakoso pada 2009 dengan tujuan menghidupkan kembali tradisi mendongeng sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan hubungan keluarga.
Dalam perjalanannya, Kampung Dongeng berkembang menjadi gerakan sosial berbasis komunitas yang kini hadir di lebih dari 200 titik di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan melalui cerita.
Ketua Umum Komunitas Kampung Dongeng Indonesia, Kak Syarif Ali, menilai festival ini lebih dari sekadar rangkaian acara. Menurutnya, yang terpenting adalah pengalaman yang dibawa pulang oleh setiap keluarga.
“Kami ingin menghadirkan ruang agar anak-anak bisa merasa didengar, bermain dengan bahagia, dan pulang membawa kenangan baik bersama keluarganya,” ungkap Kak Syarif Ali.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan festival merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak Indonesia. Keterlibatan komunitas, institusi, relawan, sponsor, media, hingga pelaku usaha menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dongeng sebagai Pondasi Karakter Anak
Pendiri Kampung Dongeng, Kak Awam Prakoso, menegaskan bahwa dongeng memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, terutama pada era digital yang membuat informasi dapat diakses dengan sangat mudah.
“Dongeng sangat penting dalam membentuk karakter anak karena menjadi semacam vitamin dan nutrisi bagi tumbuh kembang mereka. Di era sekarang, ketika anak-anak sangat mudah mengakses berbagai informasi, dongeng dapat menjadi pondasi yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini,” ujar Kak Awam Prakoso.
Menurutnya, kehadiran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam proses tumbuh kembang anak. Budaya bercerita di rumah dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan emosional sekaligus menyampaikan nilai-nilai positif kepada anak. Sementara itu, komunitas dan relawan berperan menyediakan ruang-ruang positif yang mendukung proses tersebut.
Menuju 1.000 Kampung Dongeng di Indonesia
Festival Kampung Dongeng juga menjadi langkah awal untuk memperluas dampak gerakan ini di masa depan. CEO Kampung Dongeng, Kak Miqdad Prakoso, menyampaikan bahwa organisasinya memiliki target membangun 1.000 Kampung Dongeng yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Ke depan, Kampung Dongeng memiliki harapan untuk mewujudkan 1.000 Kampung Dongeng yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui gerakan ini, kami ingin menghadirkan lebih banyak ruang ramah anak yang dapat menjadi tempat bermain, belajar, dan bertumbuh,” ujar Kak Miqdad Prakoso.
Target tersebut didukung oleh kolaborasi yang terus berkembang. Dalam penyelenggaraan Festival Kampung Dongeng 2026, sekitar 250 komunitas, institusi, dan mitra sponsor terlibat secara nasional. Kegiatan ini juga mendapat dukungan sekitar 300 media nasional dan lokal serta melibatkan sekitar 150 pelaku UMKM di berbagai daerah.
Besarnya dukungan tersebut menunjukkan bahwa gerakan literasi keluarga dan pendidikan karakter masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Melalui pendekatan yang sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari, Festival Kampung Dongeng berupaya mengingatkan kembali bahwa cerita bukan sekadar hiburan bagi anak, melainkan juga sarana untuk membangun hubungan keluarga yang lebih erat dan lingkungan yang lebih ramah bagi tumbuh kembang generasi mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News