
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan performa ketenagakerjaan terbaik. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kamis (4/6/2026), Jawa Timur sukses meraih predikat Terbaik I untuk Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat provinsi.
Penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini diberikan sebagai pengakuan atas keberhasilan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam menekan angka pengangguran secara signifikan, khususnya pada sektor lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sinergi Strategis dan Penurunan Signifikan Pengangguran SMK
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari penguatan ekosistem pendidikan dan dunia kerja. Menurutnya, angka pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan yang sangat tajam berkat program kerja sama strategis.
“Pengangguran dari lulusan SMK ini turunnya sangat signifikan. Ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan hingga dunia usaha,” ujar Khofifah usai menerima penghargaan di Yogyakarta.
Keberhasilan ini didorong oleh implementasi konsep menghubungkan dan mencocokkan yang berjalan efektif antara dunia usaha, dunia industri (DUDI), perguruan tinggi, serta jajaran SMK di seluruh wilayah Jawa Timur. Kerja sama ini memastikan kurikulum pendidikan selaras dengan kebutuhan pasar kerja modern.
Ekspansi Pasar Kerja Internasional ke 13 Negara
Tidak hanya mengandalkan serapan pasar domestik, Pemprov Jatim juga melakukan langkah progresif dengan memperluas jangkauan penempatan tenaga kerja terampil ke ranah global. Khofifah mengungkapkan bahwa saat ini program pengiriman lulusan SMK telah merambah ke 13 negara tujuan.
Pendekatan kreatif dan adaptif terhadap standar industri internasional menjadi kunci utama. Dengan perluasan ini, lulusan SMK asal Jawa Timur tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pekerja, tetapi juga tenaga profesional yang mampu bersaing di sektor industri strategis dunia.
Insentif Prestasi: Atas keberhasilan menekan angka pengangguran ini, Pemerintah Pusat memberikan apresiasi tambahan berupa dana bantuan pemerintah sebesar Rp3 Miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Komitmen Berkelanjutan
Melalui penghargaan ini, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi ekonomi melalui sektor ketenagakerjaan. Fokus utama ke depan adalah mempertahankan tren positif penurunan pengangguran dan memastikan setiap lulusan institusi pendidikan di Jawa Timur memiliki daya tawar tinggi di pasar kerja global.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 sendiri menjadi instrumen penting bagi Kemendagri untuk memacu daerah-daerah di Indonesia agar terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui indikator-indikator kuantitatif yang terukur. (I-2)