
UNESCO Global Geopark (UGGp) adalah kawasan geografis terpadu yang memiliki warisan geologi bernilai internasional. Kawasan ini dikelola dengan tiga prinsip utama, yakni konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Geopark alias taman bumi bukan hanya terbatas pada bentang alam saja, tapi juga keragaman geologi seperti fosil, batuan unik, dan sebagainya, keanekaragaman hayati seperti ekosistem flora dan fauna, serta keragaman budaya.
Disadur dari situs resmi UNESCO, saat ini sudah ada lebih dari 200 geopark yang tersebar di 51 negara di dunia, termasuk Indonesia. Menariknya, Indonesia ternyata menjadi salah satu negara dengan jumlah geopark terbanyak.
Daftar 10 Negara dengan UNESCO Global Geopark Terbanyak
Disadur dari data UNESCO yang dirangkum oleh Goodstats, di bawah ini adalah 10 negara di dunia yang memiliki geopark terbanyak:
- Tiongkok: 49 geopark
- Spanyol: 18 geopark
- Indonesia: 12 geopark
- Italia: 12 geopark
- Jepang: 10 geopark
- Inggris dan Irlandia Utara: 10 geopark
- Prancis: 9 geopark
- Yunani: 9 geopark
- Jerman: 7 geopark
- Korea Selatan: 7 geopark
Geopark di Indonesia
Saat ini, Indonesia memiliki 12 situs yang resmi diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Indonesia resmi menambah daftar taman buminya di tahun 2024 dengan diakuinya Geopark Kebumen dan Geopark Meratus.
Geopark Kebumen di Jawa Tengah memiliki 41 situs geologi, termasuk formasi batuan tertua di Pulau Jawa yang berusia lebih dari 120 juta tahun. Sementara itu, Geopark Meratus di Kalimantan Selatan menyimpan sejarah geologi unik.
Sejarah geologi itu terbentuk dari tabrakan dua lempeng benua yang mengangkat kerak samudra dari kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan laut menjadi pegunungan setinggi lebih dari 1.000 meter. Di sana juga terdapat batuan ofiolit yang diperkirakan berusia 150 hingga 200 juta tahun.
Berikut daftar lengkap 12 UNESCO Global Geopark di Indonesia:
- Geopark Gunung Batur
- Geopark Belitong
- Geopark Ciletuh
- Geopark Gunung Sewu
- Geopark Rinjani Lombok
- Geopark Kaldera Toba
- Geopark Raja Ampat
- Geopark Maros-Pangkep
- Geopark Merangin
- Geopark Ijen
- Geopark Kebumen
- Geopark Meratus
Manfaat Status UNESCO Global Geopark bagi Indonesia
Merangkum dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, hadirnya Indonesia dalam jaringan UNESCO Global Geopark bisa membawa banyak dampak positif, di antaranya:
-
Promosi internasional
Geopark yang diakui UNESCO bisa menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Eksposur global bisa menarik wisatawan mancanegara untuk mengenal kekayaan alam asli Nusantara.
-
Mendorong pariwisata berkelanjutan
Geopark bisa mendorong konsep ekowisata dan geowisata yang mengacu pada wisata berbasis alam. Masyarakat lokal bisa dilibatkan secara aktif sebagai pemandu wisata, pengrajin, pengelola homestay, dan pelaku usaha mikro lainnya.
-
Pendidikan dan penelitian
Taman bumi bisa difungsikan sebagai laboratorium alam terbuka yang berharga untuk pendidikan serta penelitian geologi, ekologi, dan budaya. Geopark bisa dijadikan media pembelajaran langsung bagi sekolah, perguruan tinggi, sampai lembaga riset.
-
Pelestarian alam dan budaya
Diakuinya deretan geopark di Indonesia merupakan salah satu cara untuk melestarikan warisan geologi, ekologi, dan budaya lokal seperti tradisi, cerita rakyat, serta bahasa daerah yang selama ini menjadi identitas bangsa.
-
Kerja sama internasional
Jaringan Global Geoparks Network (GGN) membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, konservasi, dan pengelolaan kawasan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.
Tim Editor