1. News
  2. Kombitainment
  3. Japa Mantra Asal Yogyakarta Rilis Album Perdana Mantra I

Japa Mantra Asal Yogyakarta Rilis Album Perdana Mantra I

japa-mantra-asal-yogyakarta-rilis-album-perdana-mantra-i
Japa Mantra Asal Yogyakarta Rilis Album Perdana Mantra I

Band rock asal Yogyakarta, Japa Mantra baru saja melepas album penuh perdana bertajuk Mantra I tanggal 8 Juni 2026. Formasi band ini digawangi oleh Lukman Marjabinie pada vokal, Gigih Prayogo (gitar), Danudjaditya (gitar), Bintang Renjana (bas), dan Bable Sagala (drum).

Menampilkan 10 nomor, album ini menyajikan tema yang cukup luas, mulai dari kritik sosial hingga sentuhan spiritualitas. Meski menawarkan warna yang beragam di setiap lintasannya, sang pemain drum mengutarakan bahwa awalnya mereka tidak merancang karya ini sebagai satu konsep cerita tunggal yang berkesinambungan.

“Dari awal sebenarnya kami gak ada niatan bikin album ini jadi satu cerita utuh. Setiap lagu berdiri sendiri, punya sudut pandang dan ceritanya masing-masing,” kata Bable saat dihubungi Pophariini (17/06).

Dari departemen penulisan, rangkaian lirik di album banyak digali dari pengamatan mereka terhadap realita di sekeliling. Pesan yang disematkan diharapkan mampu menjadi medium kontemplasi, baik bagi para personel dan siapa saja yang mendengarkannya.

“Secara lirik, ini lebih ke respons sederhana kami terhadap keresahan sehari-hari. Semacam pengingat juga buat diri sendiri kalau selalu ada pilihan antara hal baik dan sebaliknya, dan semoga bisa bikin kita lebih sadar dalam menjalani hidup,” jelas Lukman.

Walaupun setiap lagu seolah memiliki pijakannya masing-masing, Japa Mantra tetap menaruh perhatian penuh pada penyusunan urutan trek album. Hal ini sengaja diracik agar pendengar tetap bisa merasakan sebuah pengalaman emosional dari awal hingga akhir.

“Walaupun tiap lagu beda, pas nyusun album kami tetap mikirin flow biar kerasa kayak satu perjalanan, dari yang lebih keras dan kritis sampai yang lebih reflektif dan spiritual. Jadi tetap nyambung, tapi tiap lagu tetap jadi ‘rumah’ buat ceritanya sendiri,” papar Gigih.

Bergeser ke urusan musikalitas, Japa Mantra secara gamblang mengambil pengaruh dari band rock era 70 hingga 80-an seperti AKA, SAS, dan God Bless. Tantangan terberat yang harus mereka lakukan adalah mencari rumusan akhir agar karakteristik rock klasik tersebut tetap relate dengan anak sekarang.

“Secara sound, kami emang suka karakter rock jadul, tapi sempat bingung juga pas post-production, mau dibikin vintage banget atau diolah dengan pendekatan modern. Akhirnya kami pilih yang modern biar lebih fresh dan gak repetitif, dan ternyata pas didengar malah jadi ada rasa, ‘Wah, boleh juga nih.’ Bahkan muncul sedikit warna rock alternatifnya,” tutur Danudjaditya.

Sebagai band yang tumbuh di kota yang dipenuhi pergerakan independen, Japa Mantra menyadari potensi besar dari panggung-panggung kolektif lokal. Mereka menyimpan keinginan besar untuk bisa masuk ke ruang tersebut, walau jalannya tak selalu mulus.

“Sebenarnya di Jogja banyak banget acara kolektif yang mewadahi talenta baru, dan kami ngerasa itu jadi ruang yang seru buat berkembang. Cuma ya sejauh ini tiap kali kami ngajuin, belum pernah lolos juga sih [tertawa],” tutup Bable.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Japa Mantra Asal Yogyakarta Rilis Album Perdana Mantra I
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us