
pemain Timnas Australia, Nestory Irankunda./Instagram nestory._
Nestory Irankunda punya cerita bersama Timnas Indonesia. Dulu, ia pernah merasakan menghadapi pertarungan sengit melawan Tim Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Nestory Irankunda adalah pemain Timnas Australia yang kini membela negaranya di Piala Dunia 2026. Dalam ajang sepak bola terbesar dunia itu, ia langsung menorehkan penampilan ciamik hingga menyabet status player of the match dalam laga perdana yang dilakoni Australia di sana.
Perjalanan Irankunda menuju panggung Piala Dunia 2026 tidak mudah. Seperti tim peserta lainnya, ia bersama Australia harus terlebih dulu melewati babak kualifikasi yang panjang. Karena Australia tergabung dalam Konfederasi AFC, maka mereka pun harus menghadapi negara-negara Asia untuk memperebutkan satu tempat di putaran final.
Dari sekian banyak negara yang dihadapi Australia di kualifikasi, salah satunya adalah Indonesia. Kedua negara sama-sama tergabung di Grup C pada putaran ketiga kualifikasi bersama dengan empat negara lainnya, yakni Jepang, Arab Saudi, Tiongkok, dan Bahrain.
Pada 10 September 2024, Irankunda bersama Australia merasakan “ditatar” Timnas Indonesia dalam kualifikasi putaran ketiga itu. Bukan tanpa sebab, Australia harus merasakan perlawanan sengit Indonesia yang bermain di hadapan para suporter fanatiknya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Irankunda tampil sebagai starter di SUGBK. Sejak menit pertama, ia diterpa tekanan dobel. Di lapangan, pemain bertahan Timnas Indonesia tampil solid dan selalu siap menghadang langkahnya saat berusaha menyerang. Dari luar lapangan, 70 ribu orang penonton seakan mengeroyoknya untuk menjatuhkan mental bertandingnya.
Rentetan upaya Irankunda dan rekan-rekannya selalu kandas. Pada menit ke-58, ia pun ditarik keluar untuk digantikan oleh Awer Mabil. Dari bangku cadangan itu pula pemain klub Watford tersebut melihat rekan-rekan setimnya terus kesulitan menghadapi Timnas Indonesia. Hasil imbang tanpa gol pun dibawanya pulang ke Australia.

Keluar dari “ditatar” Timnas Indonesia di SUGBK, barulah Australia bisa membalas pada laga kedua di Sydney pada 19 November 2025. Saat itu, Australia menang 5-1 dan Irankunda kebetulan sedang tidak masuk ke dalam skuad.
Singkat cerita, Australia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 dan Irankunda dipanggil oleh pelatih Tony Popovic untuk memperkuat skuad Negeri Kanguru itu. Jadilah, ia tak menyia-nyiakan kesempatan tampil hingga tampil ciamik.
Berbulan-bulan berlalu setelah pertemuannya dengan Timnas Indonesia, Irankunda memijakkan kakinya di Piala Dunia 2026. Jika dulu ia seakan kewalahan menghadapi Timnas Indonesia di SUGBK, kini situasinya berbeda. Ia mampu tampil cemerlang dan membawa Australia menang dalam laga perdana menghadapi Turkiye pada hari Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
Irankunda tampil sebagai pencetak gol yang membuka keunggulan bagi Australia pada menit ke-27. Sebagai pemain sayap, Irankunda mampu berkali-kali menembus lini pertahanan Turkiye. Sejumlah umpan akurat pun mampu dilepaskannya. Klimaksnya, ia menuntaskan umpan panjang dari Paul Okon-Engstler.
Irankunda bisa semakin gembira setelah Connor Metcalfe mencetak gol pengganda kedudukan menjadi 2-0 bagi Australia pada menit ke-75. Setelah laga usai, penghargaan player of the match pun membuat awal perjalanan Irankunda di Piala Dunia 2026 jadi semakin manis.
“Ini luar biasa, seakan tak nyata. Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Irankunda kepada media Australia, SBS, soal aksinya.
“Kami bekerja sangat keras, kami berjuang sampai akhir dan ini adalah momen yang menarik. Saya harus berterima kasih kepada staf dan negara saya, mereka percaya betul kepada saya untuk bermain bagus dan bagi saya mencetak gol itu rasanya sangat luar biasa,” pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor