1. News
  2. Opinion
  3. Peserta SPPI KNMP Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Pengawasan Kesehatan

Peserta SPPI KNMP Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Pengawasan Kesehatan

peserta-sppi-knmp-meninggal-saat-latsarmil,-kemhan-evaluasi-pengawasan-kesehatan
Peserta SPPI KNMP Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Pengawasan Kesehatan
Peserta SPPI KNMP Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Pengawasan Kesehatan
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026).(Antara)

KEMENTERIAN Pertahanan membenarkan satu peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia atau SPPI KNMP 2026, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan latihan dasar kemiliteran di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia dinyatakan meninggal pada Selasa (23/6) setelah sempat mendapat perawatan medis akibat gangguan kesehatan.

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Rico mengatakan Novia sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalani latsarmil pada Senin (22/6). Karena kondisinya menurun, Novia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr Esnawan Antariksa untuk mendapatkan pelayanan medis.

Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi Novia disebut tetap menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” kata Rico.

Menurut Rico, seluruh peserta latsarmil, termasuk Novia, telah menjalani tes kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik sebelum mengikuti pendidikan. Kemhan juga menyatakan penanganan medis telah dilakukan sesuai standar kepada peserta yang mengalami sakit di tengah masa pendidikan.

Meski demikian, Kemhan memastikan evaluasi terhadap sistem pendidikan latsarmil tetap dilakukan demi keamanan dan keselamatan peserta.

“Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” jelas Rico.

Meninggalnya Novia menambah daftar peserta SPPI yang meninggal saat mengikuti latsarmil. Sebelumnya, dua peserta Program SPPI yang dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih juga meninggal dunia.

Kedua peserta tersebut ialah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Rico menjelaskan Anisa meninggal dunia akibat serangan panas saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja. Ia disebut sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat ‘cardiac arrest’ atau henti jantung,” kata Rico. (Ant/I-1)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Peserta SPPI KNMP Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Pengawasan Kesehatan
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us