Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan gelar juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026 yang diraih tim nasional voli putra Indonesia menjadi bukti pembinaan PBVSI dan kompetisi Proliga mulai menghasilkan dampak nyata terhadap prestasi internasional.
Indonesia mencetak sejarah setelah untuk pertama kali menjuarai kompetisi ini setelah mengalahkan Korea Selatan 3-0 (34-32, 25-16, 25-23) pada final di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, Minggu (28/6).
“Selamat kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta Pengurus Pusat PBVSI atas prestasi luar biasa ini,” kata Erick dalam keterangan Kemenpora di Jakarta, Senin.
Menurut Erick, keberhasilan itu mempertegas Indonesia mampu bersaing dengan kekuatan utama bola voli Asia.
“Ini adalah jawaban atas setiap keraguan dan bukti bahwa kerja keras, disiplin, serta pembinaan yang berkelanjutan akan menghasilkan prestasi membanggakan,” ujar Erick.
Baca juga: Timnas voli Indonesia juara AVC Men’s Cup 2026
Keberhasilan itu juga mengangkat peringkat dunia Indonesia yang menembus peringkat ke-43 dengan skor 102 dan menjadi salah satu tim Asia Tenggara dengan lonjakan paling signifikan setelah turnamen tersebut.
Erick menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari ekosistem pembinaan yang dibangun PBVSI dan Proliga sebagai kompetisi nasional yang konsisten menghadirkan persaingan antarklub.
“Kita patut bersyukur memiliki kompetisi nasional yang sehat dan kompetitif,” kata Erick.
Ia mengatakan Proliga telah memberi ruang kepada pemain untuk terbiasa tampil dalam atmosfer pertandingan berkualitas, sehingga lebih siap ketika membela tim nasional.
“Mari kita jadikan pencapaian bersejarah ini sebagai awal dari prestasi-prestasi yang lebih besar lagi. Pemerintah melalui Kemenpora akan terus mendukung penguatan pembinaan olahraga nasional, termasuk bola voli, agar Indonesia semakin disegani di tingkat Asia maupun dunia,” ujar Erick.
Baca juga: Indonesia maju ke final Volleyball Cup di India
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.