Jakarta (ANTARA) – Tim nasional bola voli putra Indonesia naik ke peringkat 43 dunia seusai berhasil menjuarai Piala Asia AVC Putra 2026.
Tambahan poin yang cukup signifikan membuat tim Merah Putih yang sebelumnya berada di peringkat ke-55 dunia kini berada di peringkat ke-43 dunia dengan mendulang total 101,75 poin.
Dalam laman Volleyball World, Selasa, saat ini tim Merah Putih dipastikan menempati peringkat kedelapan di konfederasi Asia dengan berada di bawah negara-negara seperti Jepang, Iran, Qatar, Korea Selatan, China, Bahrain, dan India.
Tim asuhan Reidel Toiran ini kini menjadi negara dengan lonjakan peringkat tertinggi di Asia setelah naik tujuh peringkat dengan mengoleksi tambahan poin sebesar 102 poin yang diperoleh dari Piala Asia 2026.
Baca juga: Timnas voli Indonesia juara AVC Men’s Cup 2026
Peta kekuatan di Asia memang masih belum berubah secara signifikan dimana Jepang masih menjadi negara Asia di posisi teratas dan kini menghuni peringkat empat dunia.
Kemudian di peringkat kedua Asia terdapat Iran yang kini berada di posisi ke-16 dunia. Disusul Qatar yang berada di peringkat ketiga Asia dan kini menempati peringkat ke-22 dunia.
Dilansir dari laman Volleyball World, Selasa, berikut sepuluh besar peringkat negara-negara di konfederasi Asia pasca AVC Mens Nations Cup 2026:
1. Jepang (peringkat 4 dunia) – 331,21 poin
2. Iran (peringkat 16 dunia) – 212,45 poin
3. Qatar (peringkat 22 dunia) – 149,81 poin
4. Korea Selatan (peringkat 25 dunia) – 137,22 poin
5. China (peringkat 31 dunia) – 127,58 poin
6. Bahrain (peringkat 41 dunia) – 102,66 poin
7. India (peringkat 42 dunia) – 101,86 poin
8. Indonesia (peringkat 43 dunia) – 101,75 poin
9. Pakistan (peringkat 47 dunia) – 92,83 poin
10. Australia (peringkat 51 dunia) – 81,35 poin
Baca juga: Tampil tanpa tekanan, kunci Boy jadi MVP AVC Nations Cup
Baca juga: Toiran puji pemain beri kontribusi berharga sehingga bisa juara
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.