Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebutkan pembangunan olahraga di Tanah Air perlu dipandang dengan paradigma baru yaitu sebagai potensi pendapatan bagi negara.
“Kita (Indonesia) punya sumber daya alam, industrialisasi, tetapi banyak yang terlupakan dengan sport tourisme (sebagai potensi pendapatan),” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa olahraga selama ini dipersepsikan sebagai suatu biaya atau beban. Padahal, sejatinya olahraga saat ini mesti dilihat sebagai suatu peluang keuntungan atau potensi pendapatan maupun citra nasional.
Menpora mencontohkan seperti wisata olahraga yang menjadi salah satu komponen dalam sektor pariwisata. Bahkan, secara global, wisata olahraga menyumbang pendapatan hingga Rp9.800 triliun dengan pertumbuhan sekitar delapan persen per tahun.
Saat ini, kata dia, Indonesia terus berupaya meningkatkan perekonomian nasional menjadi delapan persen, artinya, komponen dari wisata olahraga mesti menjadi salah satu bagian dari pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong penyelenggaraan acara-acara olahraga berskala nasional maupun dunia karena dapat memacu pertumbuhan sektor-sektor lain terutama ekonomi, seperti ajang lari maraton di Indonesia dengan jumlah sebanyak 104 acara memiliki total mencapai hingga 10,4 juta pelari.
Baca juga: Menpora ingin industri olahraga jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru
“Dari angka itu saja bisa dibayangkan berapa transaksi yang tercipta dari pembelian sepatu lari,” katanya.
Pelaksanaan ajang lari, kata dia, merupakan contoh nyata bagaimana wisata olahraga bisa memberikan yang dampak pada sektor lainnya. Apalagi ajang seperti itu kerap dilakukan di akhir pekan. Kota-kota besar yang sebelumnya bukan tujuan pun mencatatkan jumlah meningkat dengan hotel-hotel menjadi terisi penuh.
Ia mencontohkan salah satu ajang lari seperti di Bandung dengan jumlah pendaftar hingga 20 ribu pelari. Selain itu, ada juga di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dengan pendaftar hingga 10 ribu orang.
“Para pelari tentu harus mencari tempat untuk menginap, memenuhi kebutuhan makan minum sehingga akan berdampak pada perputaran ekonomi di lokasi kegiatan,” katanya.
Selain ajang lari maraton, cabang olahraga lain seperti selancar air juga bisa didorong sebagai wisata olahraga yang berpotensi menjadi sumber pendapatan.
“Jadi ini paradigma yang kami dari Kemenpora sekarang sedang mencoba menyamakan pola pikir dengan seluruh pemangku kepentingan stakeholders,” katanya.
Baca juga: Kemenpar sebut musik dan ajang olahraga bisa mendatangkan wisatawan
Baca juga: Menperin sebut industri olahraga punya potensi kuat pacu ekonomi
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.