Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menjadikan pesepak bola Cristiano Ronaldo sebagai salah satu inspirasi dalam membangun mentalitas bertanding, terutama dalam hal etos kerja, disiplin, dan kemampuan menghadapi tekanan.
“Saya melihat mentalitasnya yang berbeda. Dia sangat menginspirasi saya,” kata Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.
Alwi mengatakan kekagumannya kepada Ronaldo sudah tumbuh sejak kecil. Selain karena menyukai Manchester United, ia juga menyebut perjalanan karier Ronaldo memperlihatkan kerja keras dan daya tahan mental yang kuat.
“Dia itu childhood hero banget. Dari kecil saya memang suka Manchester United juga. Saya melihat etos kerja dan disiplinnya,” ujar Alwi.
Menurut Alwi, sosok Ronaldo terasa dekat karena perjalanan kariernya dibangun melalui kerja keras dan kemampuan melewati banyak tekanan. Hal itu membuat Alwi menjadikan Ronaldo sebagai salah satu rujukan dalam membentuk karakter bertanding.
“Menurut saya, banyak orang lebih merasa relate ke Cristiano Ronaldo karena dari dulu hidupnya susah, lalu dia bisa bertahan. Ada sesuatu yang menurut saya luar biasa dari cara dia menghadapi tekanan sebesar itu,” kata Alwi.
Baca juga: Alwi Farhan terpacu naik level di tengah transisi tunggal putra
Baca juga: Alwi Farhan berburu gelar Super 750 pertama di Japan Open
Kekaguman Alwi terhadap Ronaldo juga kerap ia tunjukkan melalui unggahan di media sosial. Ia mengaku sering memasukkan foto Ronaldo dalam beberapa unggahannya karena mengidolakan sosok kapten tim nasional Portugal tersebut.
Meski demikian, Alwi mengatakan kekaguman itu tidak hanya sebatas sebagai penggemar sepak bola. Ia menilai mentalitas Ronaldo relevan dengan dunia bulu tangkis, terutama ketika seorang atlet harus tetap percaya diri setelah menghadapi tekanan atau hasil yang tidak sesuai harapan.
“Dia bisa menghadapi tekanan sebesar itu. Itu beda,” ujar Alwi yang juga mengaku sedih Portugal terhenti di babak 16 besar.
Di sela persiapan menuju Japan Open 2026, Piala Dunia juga menjadi hiburan bagi Alwi dan sejumlah atlet Pelatnas PBSI. Ia menyebut suasana tersebut membuat para atlet memiliki bahan candaan di luar rutinitas latihan.
“Jadi ada bahan ledek-ledekan. Saya sampai dikirimi banyak reels sama Fikri yang memperlihatkan Ronaldo,” kata Alwi sambil tertawa.
Alwi mengatakan suasana ringan seperti itu cukup membantu para atlet di tengah padatnya latihan dan turnamen. Namun, fokus utamanya tetap pada persiapan menuju Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli.
Baca juga: Indonesia turunkan 12 wakil di Japan Open 2026
Baca juga: Ubed bidik delapan besar Japan Open 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.