1. News
  2. Opinion
  3. Bungkamnya Media AS atas Penahanan Hussam Abu Safiya di Israel

Bungkamnya Media AS atas Penahanan Hussam Abu Safiya di Israel

bungkamnya-media-as-atas-penahanan-hussam-abu-safiya-di-israel
Bungkamnya Media AS atas Penahanan Hussam Abu Safiya di Israel
Bungkamnya Media AS atas Penahanan Hussam Abu Safiya di Israel
Hussam Abu Safiya. (Al Jazeera)

UNTUK di editor Waktu New York dan produser di CNN kini berada dalam posisi sulit terkait pemberitaan Dr. Hussam Abu Pagi. Dokter asal Gaza sekaligus direktur rumah sakit tersebut telah ditahan oleh Israel selama satu setengah tahun tanpa pengadilan.

Kini Abu Safiya melaporkan bahwa nyawanya terancam di dalam penjara. Kampanye global yang digalang oleh Amnesty International dan kelompok hak asasi manusia lain mendesak pembebasan Abu Safiya.

Liputan media internasional pun cukup signifikan. Surat kabar Inggris, Penjagadilaporkan pada tanggal 6 Juli dengan judul yang menggambarkan kondisi Abu Safiya yang hampir tidak dapat dikenali akibat luka-lukanya di penjara Israel.

Bahkan, media Israel seperti Haaretz dan Zaman Israel turut memberitakan kasus ini, termasuk meliput demonstrasi di Tel Aviv yang menuntut perhatian atas nasibnya.

Pemblokiran Informasi di Media Amerika Serikat

Berbanding terbalik dengan liputan global, media arus utama di Amerika Serikat justru terkesan melakukan pengabaian total terhadap kasus ini. Hingga 7 Juli, Waktu New York tercatat tidak menyebutkan namanya satu kali pun sejak Januari 2025.

Washington Post memang sempat memuat laporan dari Pers Terkait. Namun berita tersebut tidak mendapat tempat di halaman utama dan sulit ditemukan tanpa pencarian mendalam. Sementara itu, Jurnal Wall Street dan jaringan kabel seperti MS Sekarang sama sekali tidak memberikan ruang bagi kisah ini.

Abu Safiya, seorang dokter spesialis anak yang menjabat sebagai administrator Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, menyerahkan diri kepada tentara Israel pada 27 Desember 2024. Foto ikoniknya yang mengenakan jas putih dokter saat berjalan melewati reruntuhan menuju tank Israel sempat viral di media alternatif, tetapitidak pernah muncul di media besar AS.

Saat ini, Abu Safiya ditahan di Penjara Rekefet. Melalui pengacara dan putranya, ia menyampaikan pesan yang menggetarkan, “Mereka membawa saya ke sini untuk membunuh saya. Saya tidak melihat diri saya akan selamat. Ini adalah akhir.”

Konteks Penahanan Administratif

Israel sering menggunakan istilah penahanan administratifuntuk menahan warga Palestina tanpa proses pengadilan. Amnesty International memperkirakan bahwa pada akhir 2025, terdapat sekitar 4.622 warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat yang ditahan dalam status ini.

Tudingan Sensor Pro-Israel

Meskipun pihak Israel memberikan insinuasi bahwa Abu Safiya terkait dengan Hamas, hingga saat ini tidak ada dakwaan resmi yang dijatuhkan kepadanya. Pengamat media menilai bahwa penyembunyian kisah Abu Safiya oleh media AS merupakan bentuk sensor pro-Israel yang sistematis.

Ironinya, media Israel sendiri justru lebih vokal. Haaretz bahkan menerbitkan editorial yang mendesak pemerintah Netanyahu untuk menghentikan penyiksaan, kelaparan, dan penahanan tanpa dasar hukum terhadap Abu Safiya dan tahanan lain.

Sikap diamnya media besar AS seperti CNN dan SEKARANG di tengah bukti-bukti pelanggaran kemanusiaan ini memicu tanda tanya besar mengenai integritas jurnalistik mereka dalam meliput isu Palestina.

Organisasi hak asasi manusia Israel, B’Tselem, terus memantau kondisi penahanan ini meskipun pemerintah Israel tidak lagi memberikan data resmi kepada mereka. Kasus Abu Safiya kini menjadi simbol dari ribuan warga Palestina yang terjebak dalam sistem hukum tanpa kepastian di bawah otoritas Israel. (Mondoweiss/Z Network/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Bungkamnya Media AS atas Penahanan Hussam Abu Safiya di Israel
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us