Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah menyiapkan skema perhitungan dampak ekonomi sebuah ajang olahraga yang bisa menjadi acuan untuk mengetahui kontribusi pembangunan bidang olahraga terhadap perekonomian nasional.
“Kami menyiapkan sebuah terobosan (terkait cost structure dan economic impact) yang akan kami sampaikan pada waktunya,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa selama ini ajang-ajang olahraga yang digelar di Tanah Air telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi terutama di daerah penyelenggara.
Namun, nilai ekonomi yang dihasilkan dari ajang-ajang olahraga belum dihitung dengan struktur biaya yang didukung dengan data-data yang komprehensif.
Baca juga: Menpora instruksikan sekjen dan deputi baru wujudkan hasil kerja nyata
Baca juga: Transformasi olahraga dari medali jadi mesin ekonomi
Menpora mencontohkan ajang MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang menguras pengeluaran hingga Rp600 miliar namun memberikan dampak ekonomi yang diperkirakan hingga Rp4,9 triliun.
Selain itu, kata dia, ajang lari maraton, seperti yang dihadirinya di Yogyakarta yang diikuti 12.000 peserta beberapa waktu lalu, juga memberikan dampak ekonomi melalui pengeluaran peserta untuk kebutuhan tempat tinggal atau penginapan, makan minum, transportasi, dan sebagainya.
“Itu pasti ada dampak ekonominya, jelas ada revenue-nya, cuma kita belum terbiasa menghitung cost structure dan economic impact. Nah, ini yang nanti kita harus data ulang,” katanya.
Menpora mengatakan bahwa pembangunan bidang pemuda dan olahraga saat ini tidak hanya tertuju pada prestasi, namun juga diarahkan pada paradigma investasi agar bisa berkontribusi menjadi sumber pendapatan negara.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong pertumbuhan industri olahraga maupun wisata berbasis olahraga (sport tourism) yang berdampak langsung terhadap perekonomian nasional.
Baca juga: Menpora gandeng pakar bahas desain besar karakter pemuda Indonesia
Baca juga: Menpora sebut olahraga perlu dipandang sebagai potensi pendapatan
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.