Kalian pernah tidak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari teman baik? Saya juga.
Saya baru saja pulang ke Indonesia setelah dua tahun merantau ke luar negeri. Dari persiapan kepulangan hingga sampai dan menghabiskan beberapa hari di Indonesia saya merasa nggak ada hal yang menyebalkan. Mungkin ada, sih, cuma saya nggak ambil pusing karena pengin benar-benar menikmati masa liburan di kampung halaman.
Akan tetapi, tibalah hari ketika usia saya bertambah satu tahun. Keluarga, teman-teman di Indonesia, dan teman-teman Turki saya mengucapkan dan mendoakan banyak hal baik di hari itu. Namun, teman sekamar di asrama Turki, yang saya kira dekat, justru nggak ngapa-ngapain blas. Jujur saya sebel banget!
Saya kenal dia sejak hari pertama sampai di Turkisoalnya kami memang sekamar. Mengingat kami sekamar, tentu kami sering menghabiskan waktu bareng dong. Tapi, sikapnya kali ini membuat saya kecewa.
Mungkin kekecewaan ini terdengar kekanak-kanakan. Itu mengapa, biarkan saya menceritakan asal-usul kekecewaan yang besar ini.
Hampir nggak bisa makan demi ulang tahun teman saya
April lalu, teman yang tidak mengucapkan selamat pada saya ini berulang tahun. Sebenarnya kondisi ekonomi saya pada waktu itu benar-benar sedang terbatas. Saya ada kamp yang harus diikuti di awal Mei dan harus beli tiket pesawat pulang-pergi sebelum ikut camp. Barulah di akhir camp, biaya transportasinya akan di-reimburse.
Setelah beli tiket pesawatsaldo di rekening saya tersisa nggak sampai 400TL (sekitar Rp150 ribuan). Di kota saya, uang segini hanya cukup untuk makan doner dua kali. Sementara pencairan beasiswa saya masih lama, tanggal ulang tahun teman saya ini semakin dekat.
Awalnya saya berencana mau mengucapkan ulang tahun saja. Tapi, teman sekamar saya yang lain ngotot mau bikin kejutan untuk dia. Walaupun lagi bokek, mau nggak mau saya harus ikutan karena surprise-nya akan dilakukan tepat jam 12 malam di kamar. Mustahil kan saya nggak ikut patungan dan berdiam diri di sana?
Surprise akhirnya dilakukan. Tapi, teman-teman sekamar saya rupanya nggak bilang kalau mereka sudah beli kado. Dan kado tersebut hasil patungan mereka berdua saja. Kejutan yang kami lakukan juga sampai jam 2 malam padahal paginya saya ada kelas.
Takut dikira macam-macam, keesokan harinya sepulang dari kampus saya beli kado. Budget yang terbatas membuat saya cuma bisa beli kado berupa hiasan meja yang dihiasi boneka beruang kecil dan tulisan “happy birthday” seharga 150TL (sekitar Rp57 ribuan).
Saya dan teman saya yang berulang tahun tersebut janjian bertemu di taman. Selain hadiah, saya juga membawakan kue cokelat untuk menghiburnya karena dia juga baru saja putus dari pacarnya. Tapi, saya bilang kue tersebut untuk “memperpanjang perayaan ulang tahunnya”. Sambil makan kue cokelat, kami juga minum teh.
Sudah pasang ekspektasi serendah mungkin
Selesai dari perayaan tersebut, saldo di rekening saya sangat mengenaskan. Bahkan untuk naik bus pun saldo saya nggak mencukupi. Saya sempat berpikir untuk pinjam uang ke teman yang lain, tapi saya memilih untuk sangat sangat berhemat biar nggak perlu keluar uang sampai beasiswa saya turun.
Biasanya kalau menu makan malam di asrama nggak enak, saya akan makan di luar. Tapi, mengingat nggak ada lagi uang yang bisa saya pakai untuk makan di luar, saya hanya bikin Indomie. Setelah diingat-ingat ternyata kasihan sekali diri ini.
Setelah saya effort sebegitunya, ternyata teman saya ini malah nggak melakukan hal yang sama ke saya. Sebenarnya ekspektasi saya juga rendah, paling nggak dia mengucapkan selamat ulang tahun saja deh. Toh saya juga lagi di Indonesia sehingga akan susah kalau bikin perayaan segala macam.
Awalnya ingin berbaik sangka dengan mengira dia lupa. Namun, itu tak mungkin sebab dia melihat cerita Instagram dan WhatsApp saya yang memosting ulang ucapan dari teman-teman yang lain.
Jujur saya sempat berpikir, “Ah, tahu gitu kemarin-kemarin nggak usah effort ngerayain ultah sampai saldo habis.” Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, ah sudahlah. Kini saya jadi tahu teman mana yang pantas saya kasih upayayang cukup bagi saya untuk melakukan kontak.
Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Enak Sih Ulang Tahun Dirayakan Sama Teman, Tapi…
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.
Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2026 oleh