1. News
  2. Berita
  3. Legenda Raden Keyan Santang, Putra Prabu Siliwangi yang Sadar Akan Kesombongannya, Cerita Rakyat dari Jawa Barat

Legenda Raden Keyan Santang, Putra Prabu Siliwangi yang Sadar Akan Kesombongannya, Cerita Rakyat dari Jawa Barat

legenda-raden-keyan-santang,-putra-prabu-siliwangi-yang-sadar-akan-kesombongannya,-cerita-rakyat-dari-jawa-barat
Legenda Raden Keyan Santang, Putra Prabu Siliwangi yang Sadar Akan Kesombongannya, Cerita Rakyat dari Jawa Barat

Legenda Raden Keyan Santang, Putra Prabu Siliwangi yang Sadar Akan Kesombongannya, Cerita Rakyat dari Jawa Barat | Magnific AI


Legenda Raden Keyan Santang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Jawa Barat. Raden Keyan Santang merupakan anak Prabu Siliwangi yang memiliki ilmu tinggi.

Namun sayang, kesaktiannya ini sempat membuat Raden Keyan Santang sombong. Untungnya setelah melakukan pengembaraan, Raden Keyan Santang sadar akan kesalahan yang sudah dia lakukan.

Bagaimana kisah dari legenda Raden Keyan Santang tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut.

Legenda Raden Keyan Santang, Putra Prabu Siliwangi yang Sadar Akan Kesombongannya, Cerita Rakyat dari Jawa Barat

Dikutip dari artikel Rosyadi, “Legenda-Legenda Keramat di Kawasan Sancang Kabupaten Garut (Studi tentang Kearifan Lokal” yang terbit di Jurnal Patanjala, dikisahkan pada zaman dahulu berdiri sebuah kerajaan besar bernama Sunda Pajajaran. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja, yakni Prabu Siliwangi.

Sebelum menjadi raja Sunda Pajajaran, Prabu Siliwangi dulunya menjadi pemimpin di Kerajaan Sindang Kasih. Selain itu, daerah Sunda masih terbagi menjadi dua kerajaan, yakni Kerajaan Galuh yang dipimpin oleh ayahnya, Prabu Dewaniskala dan Kerajaan Sunda yang dipimpin oleh pamannya, Prabu Susuktunggal.

Pada saat Prabu Siliwangi naik takhta, Kerajaan Sunda Pajajaran ini kemudian dipersatukan. Prabu Siliwangi memimpin kerajaan itu dengan baik dan bijaksana.

Prabu Siliwangi pada awalnya menikah dengan Ambetkasih. Namun dirinya tidak mendapatkan keturunan dari pernikahan itu.

Akhirnya sang raja menikah lagi dengan Nyi Mas Subanglarang. Dirinya merupakan salah seorang putri dari keluarga pesantren di Karawang.

Dari pernikahan itu, Prabu Siliwangi dikaruniai tiga orang anak. Ketiga anaknya tersebut adalah Raden Walangsungsang, Nyi Mas Rarasantang, dan Raden Sagara atau Keyan Santang.

Ketika beranjak dewasa, kedua anak terbesar Prabu Siliwangi memutuskan untuk mengikuti sang ibu memeluk agama Islam. Di sisi lain, Prabu Siliwangi tetap kukuh pada ajaran leluhurnya.

Akibatnya kedua anaknya tersebut pergi meninggalkan keraton. Beberapa waktu kemudian, barulah lahir Raden Keyan Santang dan menjadi satu-satunya anak raja yang ada di keraton.

Berbeda dengan kedua kakaknya, Raden Keyan Santang lebih dekat dengan Prabu Siliwangi. Seiring berjalannya waktu, Raden Keyan Santang mulai tumbuh dewasa dengan kesaktian yang tinggi.

Namun sayang, kesaktian yang dia miliki membuat Raden Keyan Santang menjadi orang yang sombong. Dia merasa tidak ada seorangpun yang mampu mengalahkan kesaktiannya.

Raden Keyan Santang kemudian tertarik untuk melakukan pengembaraan. Apalagi dia mendengar ada seseorang sakti di tanah Makkah yang bernama Bagenda Ali.

Setelah berpamitan dengan Prabu Siliwangi, Raden Keyan Santang kemudian memulai pengembaraannya. Tujuannya hanya satu, yakni membuktikan kesaktian yang dimiliki.

Di tengah perjalanan, Raden Keyan Santang bertemu dengan seorang kakek tua. Sang kakek bertanya hendak ke mana Raden Keyan Santang pergi.

Dirinya kemudian menyebutkan jika hendak pergi ke Makkah. Raden Keyan Santang juga menjelaskan jika dia hendak mengadu kesaktian dengan Bagenda Ali.

Sang kakek kemudian memutuskan untuk ikut bersama dengan Raden Keyan Santang. Dirinya mendampingi pemuda itu menuju tanah Makkah.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba tongkat sang kakek tertancap. Dirinya kemudian meminta bantuan Raden Keyan Santang untuk mengambil tongkat itu.

Tanpa pikir panjang, Raden Keyan Santang langsung mencoba mencabut tongkat itu. Namun tongkat itu tertancap dengan kuatnya.

Raden Keyan Santang kemudian mengeluarkan semua kesaktian yang dia miliki. Akan tetapi tetap saja tongkat tersebut tidak bergeming sedikitpun.

Sang kakek kemudian menghampiri Raden Keyan Santang. Dia bertanya mengapa pemuda itu begitu lama mencabut tongkat.

Ajaibnya, sang kakek bisa dengan mudah mencabut tongkat itu. Raden Keyan Santang hanya bisa terpana melihat hal tersebut.

Sesaat kemudian, sang kakek berubah menjadi seorang pemuda gagah. Ternyata kakek tersebut adalah Bagenda Ali yang tengah menyamar.

Begitu menyadari orang yang ada di hadapannya adalah Bagenda Ali, Raden Keyan Santang sadar akan kesalahan yang dia lakukan. Dia pun mengakui kesombongannya dan memutuskan untuk berguru pada Bagenda Ali.

Raden Keyan Santang pun memeluk agama Islam dan tinggal beberapa saat di tanah Makkah. Ketika kembali ke tanah Sunda, Bagenda Ali memberikan nama baru untuk muridnya tersebut, yakni Rohmat Suci.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Legenda Raden Keyan Santang, Putra Prabu Siliwangi yang Sadar Akan Kesombongannya, Cerita Rakyat dari Jawa Barat
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us