1. News
  2. Opinion
  3. Peran Tersembunyi Israel dalam Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Peran Tersembunyi Israel dalam Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

peran-tersembunyi-israel-dalam-konflik-as-iran-di-selat-hormuz
Peran Tersembunyi Israel dalam Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Peran Tersembunyi Israel dalam Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Ilustrasi. (Agung)

PUTARANpertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimulai pekan lalu menandai momen unik bagi Israel. Untuk pertama kali sejak 7 Oktober 2023, Israel tidak menjadi peserta aktif dalam konflik besar di Timur Tengah.

Berbeda dengan dua operasi sebelumnya terhadap Iran pada Juni 2025 dan Februari 2026–saat jet tempur Israel terbang bersama pesawat AS–kali ini Washington memilih untuk tidak melibatkan kekuatan udara Israel secara langsung. Bahkan, Bandara Internasional Ben-Gurion tidak digunakan sebagai pangkalan pesawat pengisi bahan bakar Amerika.

Keterlibatan di Balik Layar

Meski terlihat absen di permukaan, pengecualian Israel sebenarnya bersifat superfisial. Di balik layar, AS tetap sangat bergantung pada dukungan Israel, terutama dalam hal intelijen dan kemampuan operasional.

Seorang mantan pejabat senior pertahanan Israel menjelaskan bahwa hubungan ini bersifat timbal balik. “Pada akhirnya, kami membutuhkan Amerika untuk proyeksi kekuatan, sementara mereka membutuhkan kami untuk intelijen, kemampuan operasional, dan operasionalisasi,” ujarnya. Proses operasionalisasi ini mencakup identifikasi target, verifikasi, hingga penerjemahan intelijen menjadi rencana serangan yang presisi.

Keuntungan Ekonomi dan Keamanan Domestik

Bagi publik Israel, posisi di pinggir lapangan ini dianggap sebagai berkah. Hal ini mengurangi risiko korban jiwa dan memungkinkan kehidupan sehari-hari berjalan normal tanpa gangguan sirene tengah malam atau keharusan mengungsi ke bunker. Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan Israel juga merasa lega karena tidak perlu membebani anggaran negara dengan miliaran shekel tambahan untuk operasi udara dan intersepsi rudal balistik.

Pada Juli ini, pemerintah Israel menyepakati alokasi tambahan sebesar 25 miliar shekel (sekitar Rp134 triliun) untuk Kementerian Pertahanan, jauh di bawah permintaan awal sebesar 40 miliar shekel. Keterlibatan langsung dalam perang dipastikan akan membengkakkan angka tersebut secara drastis.

Pertimbangan Politik Donald Trump

Keputusan Washington untuk membatasi peran Israel diyakini bersifat politis. Analis menilai Presiden Donald Trump berupaya memperkuat legitimasi perang di mata publik Arab, khususnya Arab Saudi dan negara-negara Teluk, karena sentimen terhadap Israel masih sangat sensitif.

Selain itu, Trump ingin mempertahankan kendali penuh atas skala dan tempo konflik. Washington menyadari bahwa meskipun Israel ialah mitra dekat, mereka tidak selalu bisa mengontrol keputusan operasional atau intensitas serangan IDF jika Israel terlibat penuh.

Ancaman Preseden di Jalur Maritim

Secara ekonomi, konflik di Selat Hormuz mungkin tidak berdampak langsung pada navigasi Israel. Namun, Brigjen (Purn.) Shaul Chorev, kepala Institute for Maritime Policy and Strategy, memperingatkan adarisiko preseden berbahaya.

Jika Iran dibiarkan memungut biaya transit di jalur pelayaran internasional secara ilegal, hal ini bisa memicu masalah serupa di Selat Tiran atau Bab el-Mandeb yang menghubungkan Eilat ke Asia. “Ini masalah prinsip yang harus ditangani Israel,” tegas Chorev.

Saat ini, Washington dan Teheran masih saling pamer kekuatan. Namun, ketenangan yang dinikmati Israel saat ini tergolong rapuh. Jika pertempuran meluas, AS kemungkinan besar akan kembali membutuhkan fasilitas dan kekuatan udara Israel, yang berarti warga Israel harus bersiap kembali ke ruang perlindungan bom. (Haaretz/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Peran Tersembunyi Israel dalam Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us