
PT Pertamina Patra Niaga menerapkan empat kebijakan khusus dalam menangani krisis BBM yang masih terjadi di Sumut. Keempatnya diterapkan untuk mempercepat pemulihan ketersediaan stok BBM di SPBU.
Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo menyatakan, perusahaan telah menerapkan empat kebijakan khusus untuk memastikan pasokan BBM ke SPBU kembali berjalan normal. Keempat kebijakan tersebut mencakup optimalisasi operasional terminal, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel serta perpanjangan jam operasional SPBU.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatra Utara bekerja secara maksimal. Langkah-langkah ini merupakan upaya percepatan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin,” ungkapnya, di Medan, Kamis (16/7).
Adapun keempat kebijakan itu salah satunya dengan mengoptimalkan operasional Integrated Terminal Medan Group, Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran dan Integrated Terminal Lhokseumawe selama 24 jam penuh.
Kemudian menambah armada mobil tangki sebanyak 30 unit melalui skema spot charter. Selanjutnya menambah personel Awak Mobil Tangki (AMT) bekerja sama dengan TNI.
Dan kebijakan khusus keempat adalah memerpanjang jam operasional SPBU. Sejumlah SPBU di wilayah terdampak Kota Medan kini dioperasikan selama 24 jam untuk memudahkan masyarakat mendapat BBM.
Hari mengeklaim stok BBM di Integrated Terminal Medan Group saat ini dalam kondisi aman. Dia juga membantah adanya isu aksi mogok kerja AMT di wilayah tersebut.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi. Jika ada personel yang tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas,” katanya.
Dia juga mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan Hiswana Migas. Dia optimistis krisis ini dapat segera berakhir dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina.(H-2)