1. News
  2. Otomotif
  3. Apakah bensin dicampur minyak kayu putih bisa lebih irit?

Apakah bensin dicampur minyak kayu putih bisa lebih irit?

apakah-bensin-dicampur-minyak-kayu-putih-bisa-lebih-irit?
Apakah bensin dicampur minyak kayu putih bisa lebih irit?

Jakarta (ANTARA) – Klaim bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih irit ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai unggahan menyebutkan bahwa campuran tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan.

Informasi itu kemudian dikaitkan dengan sejumlah penelitian yang dilakukan di lingkungan perguruan tinggi mengenai pemanfaatan minyak kayu putih sebagai bioaditif pada bensin. Hasil penelitian tersebut pun memicu beragam tanggapan dan menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Lantas, benarkah mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat? Berikut penjelasan berdasarkan hasil penelitian dan keterangan dari sumber yang relevan.

Benarkah bensin dicampur minyak kayu putih bisa bikin irit?

Secara kimia, minyak kayu putih tergolong minyak atsiri yang komponen utamanya adalah 1,8-cineole (eucalyptol). Senyawa ini mengandung oksigen sehingga dalam sejumlah penelitian dinilai berpotensi membantu proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar menjadi lebih sempurna.

Beberapa penelitian yang banyak dikutip antara lain berasal dari Jurnal Transmisi Universitas Merdeka (UNMER) Malang, Jurnal Pendidikan Teknik Mesin (JPTM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta penelitian yang dipublikasikan peneliti Utomo dan Arsana (2020).

Salah satu penelitian pada Honda CS1 150 PGM-FI melaporkan bahwa campuran sekitar 8 persen minyak kayu putih mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 35,78 persen, meningkatkan torsi sekitar 2,22 persen, menaikkan daya 2,53 persen, serta menurunkan emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC).

Sementara penelitian lain pada Honda Supra X 125R menunjukkan penambahan sekitar 4 mililiter minyak kayu putih per liter bensin menghasilkan kecenderungan peningkatan performa sekaligus penurunan konsumsi bahan bakar.

Penelitian lain yang dimuat dalam Jurnal Transmisi oleh Winoko dan Nugroho (2021) juga menemukan adanya peningkatan daya mesin pada motor 150 cc ketika menggunakan campuran minyak kayu putih sekitar 6 persen.

Namun, penelitian tersebut menunjukkan bahwa campuran lebih tinggi, seperti 9 persen, justru tidak memberikan hasil yang lebih baik sehingga terdapat komposisi optimum.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut diperoleh dalam kondisi laboratorium dengan durasi pengujian yang relatif singkat sehingga belum membuktikan keamanan penggunaan dalam jangka panjang.

Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan minyak kayu putih memang telah lama dikaitkan dengan peningkatan performa mesin.

Baca juga: Akademisi: Program B50 langkah strategis wujudkan swasembada energi

Namun, karakteristik minyak tersebut berpotensi mengurangi lubricity atau kemampuan pelumasan bahan bakar jika digunakan terus-menerus.

Menurutnya, hingga kini belum tersedia penelitian jangka panjang yang membuktikan campuran minyak kayu putih tetap aman terhadap komponen sistem bahan bakar maupun mesin kendaraan setelah penggunaan dalam waktu lama.

Ia juga menilai efek penghematan yang dirasakan pengguna kemungkinan relatif kecil sehingga bisa dipengaruhi persepsi pengguna sendiri.

Mengutip dari sejumlah sumber yang relevan, penambahan zat aditif apa pun, termasuk minyak kayu putih, ke dalam bahan bakar minyak (BBM) tidak direkomendasikan karena dapat mengubah spesifikasi bahan bakar yang telah ditetapkan.

Sejumlah sumber juga menjelaskan bahwa pencampuran bahan di luar formulasi resmi berpotensi memengaruhi kualitas dan karakteristik BBM. Apabila bahan bakar telah dimodifikasi dengan zat tambahan tertentu, kualitasnya tidak lagi sesuai dengan spesifikasi awal yang ditetapkan produsen.

Selain itu, peneliti dari Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Muhamad Fuad, menjelaskan bahwa minyak kayu putih memang memiliki karakteristik yang menarik sebagai kandidat bioaditif karena nilai kalor dan kandungan oksigennya.

Namun, pemanfaatannya sebagai aditif komersial masih memerlukan penelitian lanjutan terkait stabilitas, kompatibilitas dengan sistem bahan bakar, serta dampaknya terhadap keawetan mesin.

Dengan demikian, hingga saat ini belum dapat disimpulkan bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin pasti membuat kendaraan lebih irit dalam penggunaan sehari-hari.

Sejumlah penelitian memang menunjukkan potensi peningkatan efisiensi pembakaran pada kondisi tertentu, tetapi bukti tersebut masih terbatas pada skala laboratorium dan belum didukung uji penggunaan jangka panjang.

Baca juga: ESDM: Truk tangki BBM ditambah untuk atasi kelangkaan di Sumut

Baca juga: Pertamina Patra Niaga percepat normalisasi distribusi BBM di Sumut

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Apakah bensin dicampur minyak kayu putih bisa lebih irit?
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us