Jakarta (ANTARA) – Empat medali emas pada Kejuaraan Atletik Jateng Open 2026 memperlihatkan perkembangan pembinaan atletik berbasis daerah di Papua membuka peluang lahirnya lebih banyak lagi atlet memperkuat Indonesia.
Papua Athletics Center (PAC) membawa pulang enam medali yang terdiri atas empat emas, satu perak, dan satu perunggu dari kejuaraan di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, pada 23–25 Juli 2026.
“Medali dari atlet-atlet asal Nabire, Biak, Merauke, hingga Timika membawa pesan penting bagi masa depan atletik nasional,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan PB PASI akan terus mendorong tersedianya ekosistem pembinaan yang tepat di daerah agar atlet elite dapat lahir secara berkesinambungan.
Elizabeth Martha Putri Baminggen memperoleh emas tolak peluru senior putri dengan tolakan sejauh 13,28 meter.
Emas berikutnya diraih pelari Biak, Mergina Asyerem, yang menjadi atlet tercepat pada nomor 400 meter senior putri dengan waktu 54,74 detik.
Baca juga: Atinna pecahkan rekornas lempar lembing di Semarang
Vinsensia Awutet Amjaram menambah emas dari lompat jauh senior putri dengan lompatan sejauh 5,96 meter.
Satu emas lainnya dipersembahkan estafet 4×400 meter putra dari Benediktus Tsolme, Hendrik Raikerts Dacosta, Fransisko Adrianto Makaminang, dan Mandala Putra Rumaikewi yang mencatat waktu tiga menit 21,41 detik.
Sementara itu, Silfanus Ndiken memperoleh medali perak lempar lembing senior putra berkat lemparan sejauh 64,10 meter. Kresensia Mobok Ndiken melengkapi perolehan PAC dengan medali perunggu lempar lembing senior putri dengan jauh lemparan 39,55 meter.
Selain menghasilkan medali, Jateng Open dimanfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding para atlet PAC lainnya.
Hendrik Raikerts Dacosta menempati peringkat keempat nomor 400 meter gawang senior putra dengan waktu 54,70 detik, sedangkan Fransisko Adrianto Makaminang finis kelima pada 800 meter senior putra dengan catatan dua menit 3,07 detik.
Natalis Kawad Kaize berada di peringkat ketujuh lempar cakram senior putra dengan lemparan 37,61 meter dan Benediktus Tsolme menempati posisi ketujuh 400 meter senior putra dengan waktu 50,79 detik.
Mandala Putra Rumaikewi turut berlomba dalam 200 meter senior putra dan mencatatkan waktu 22,82 detik, sementara Maikel Adokor membukukan waktu 11,76 detik pada 100 meter senior putra.
Baca juga: Atlet-atlet Papua Athletics Center raih enam medali di Jateng Open
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.