Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat PBSI menyatakan absennya dua pasangan ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 merupakan bagian dari penyesuaian komposisi wakil dan pemenuhan mekanisme keikutsertaan atlet dalam turnamen internasional.
“PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026,” ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja dalam pernyataan resmi, Senin.
“Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026,” ujarnya menambahkan.
Menurut Ricky, keputusan tersebut diambil untuk memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai regulasi serta mekanisme yang berlaku.
PBSI tidak memerinci persoalan administrasi atau regulasi yang menyebabkan kedua pasangan tersebut tidak diberangkatkan ke Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Sebelumnya, berdasarkan pembaruan daftar peserta BWF, Jafar/Felisha tercatat mengundurkan diri pada 29 Juli.
Mundurnya Jafar/Felisha sempat membuka kesempatan bagi pasangan cadangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana untuk masuk ke daftar utama. Namun, promosi untuk Dejan/Bernadine tercatat ditolak pada tanggal yang sama.
Baca juga: Jafar/Felisha mundur dari Kejuaraan Dunia BWF 2026
Baca juga: Taufik: Tunggu pengumuman PBSI terkait undur diri Jafar/Felisha
Secara terpisah, PBSI mengungkapkan bahwa BWF tengah menjalankan proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.
PBSI menegaskan menghormati dan mendukung mekanisme yang dijalankan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas bulu tangkis serta independensi proses yang berlangsung.
“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu,” ujar Ricky.
PBSI juga meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, tidak berspekulasi atau menghubungkan proses peradilan tersebut dengan nama atlet tertentu sebelum terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.
PBSI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BWF serta memastikan setiap langkah organisasi dijalankan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak atlet, dan integritas olahraga.
Dengan absennya Jafar/Felisha dan Adnan/Indah, Indonesia akan diwakili dua pasangan pada nomor ganda campuran Kejuaraan Dunia BWF 2026, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus.
Baca juga: PBSI segera umumkan pelatih ganda campuran
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.