Kamu pecinta jam tangan mewah? Kabar baik karena Chronologie, butik jam tangan berkonsep modern dan kuratif di bawah naungan PT Hourlogy Indah Perkasa (anak perusahaan MRA Group) resmi dibuka di Plaza Senayan, Jakarta. Hadirnya Chronologie menjawab kerinduan para fashion enthusiast utamanya pecinta jam tangan mewah yang mencari statement piece berkualitas tinggi namun dengan harga tetap terjangkau. Butik ini berfokus pada segmen Premium / Accessible Luxury dengan rentang harga mulai dari Rp15 juta hingga Rp50 juta—sebuah area yang selama ini belum tergarap optimal di pasar Indonesia.
Berbeda dari butik lainnya yang didominasi oleh pilihan jam tangan entry-level atau pasar pre-owned, Chronologie tampil beda dengan brand-brand terkurasi yang mengedepankan story telling, menawarkan keindahan desain, craftsmanship yang mendalam, serta value yang luar biasa. Langkah ini didasari oleh apresiasi mendalam terhadap brand-brand jam tangan global berkualitas yang lebih niche dari pasar jam tangan pada umumnya. Banyak di antara brand unggulan ini yang sebelumnya sulit dijangkau, belum pernah hadir secara resmi, atau sempat vakum di Indonesia. Chronologie tidak hanya sekadar menjadi ruang kurasi jam tangan, tetapi juga sebuah panggung cerita. Para pengunjung diundang untuk mengenal lebih dekat karakter, detail estetika, hingga kisah di balik setiap kurasi timepiece yang ditawarkan.
Chronologie kini siap menjadi destinasi utama bagi kamu yang ingin mengurasi koleksi gaya hidup dengan sentuhan kemewahan yang personal, autentik, dan berkelas. Intip delapan jam tangan yang ada di butik Chronologie Plaza Senayan.
(Baca Juga: Jam Tangan MIDO Multifort 8, Simbol Gaya Petualang Modern)
Edox
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Edox adalah jawara sejati dalam dunia ketahanan air di industri jam tangan Swiss. Sejak mereka mematenkan sistem segel double-O-ring pada tahun 1961 lewat model Delfin, Edox sangat terobsesi dengan rekayasa akuatik tingkat ekstrem dengan ketahanan air hingga kedalaman 500 meter.
Mido
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Mido, bagian dari Swatch Group mewakili titik temu antara struktur arsitektural dan mekanis Swiss kelas atas. Setiap koleksi Mido mengambil inspirasi desain dari keajaiban arsitektur ikonik, mulai dari garis struktur Sydney Harbour Bridge hingga Colosseum. Mido adalah desain arsitektural murni yang didukung oleh keunggulan mekanis, dengan performanya yang jauh melampaui kelas harganya.
Hamilton
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Saat kamu memakai jam tangan Hamilton, kamu sedang memakai sepotong sejarah sinema dan militer. Berawal dari merek Amerika yang lahir pada tahun 1892, Hamilton memasok jam tangan yang teruji di medan perang untuk pasukan Perang Dunia II, seperti Khaki Mechanical.
Namun, seiring berjalannya waktu Hamilton mulai merambat masuk ke industri perfilman Hollywood. Hingga kini, jam tangan Hamilton sudah muncul di lebih dari 500 film terkenal dan legendaris Hollywood mulai dari model kustom ‘Murph’ di film Interstellar hingga film sci-fi Dune. Baru-baru ini, Hamilton juga berkolaborasi dengan film The Odyssey karya Christpher Nolan untuk merilis jam tangan limited edition. Selain film Hollywood, Hamilton juga berkolaborasi dengan franchise video game populer seperti Resident Evil (terkenal sebagai jam tangan Leon Kennedy), Call of Duty, Death Stranding, dan Far Cry.
MAEN
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
MAEN ditujukan bagi penggemar jam tangan modern yang mengapresiasi estetika neo-vintage dan detail micro-finishing yang sangat presisi. Berkantor pusat di Stockholm, MAEN mengambil proporsi jam tangan sporti abad 20-an, seperti ukuran case 36 hingga 39 milimeter, step dial, dan integrated bracelet, lalu memperbaruinya melalui sudut pandang minimalis ala Nordik.
MAEN berhasil membangun basis setia di kalangan penggemar jam tangan karena cermat dalam mengeksekusi setiap detail, mulai dari lekukan case hingga tekstur dial. MAEN menghadirkan seni pembuatan jam tangan independen yang mengedepankan desain untuk generasi baru.
Yema
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Yema membawa kembali warisan jam tangan tool watch otentik asal Prancis ke panggung utama. Didirikan pada tahun 1948 di Morteau, Yema menciptakan instrumen legendaris yang digunakan oleh Angkatan Udara Prancis, ahli samudera Jacques Cousteau, hingga para astronot Eropa. Saat ini, mereka memimpin kebangkitan pembuatan jam tangan Prancis dengan kaliber in-house milik sendiri dan fitur khas seperti sistem pengunci bezel yang dipatenkan pada tahun 1960-an untuk jam tangan penyelam Superman. Ini adalah alternatif berkarakter kuat kaya akan sejarah militer dan maritim yang otentik, di luar desain Swiss.
Omologato
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Bagi kamu yang suka dengan tampilan jam tangan sporty, maka Omologato bisa jadi pilihan utamamu. murni. Tidak seperti merek lain yang hanya menempelkan logo balap di atas dial, seluruh identitas Omologato dibangun di sekitar warisan motorsport dan budaya lintasan balap. Setiap jam tangannya merujuk langsung ke sirkuit ikonik seperti Monza, Indianapolis, atau Laguna Seca, menampilkan skema warna yang disesuaikan dengan livery balap legendaris. Omologato adalah semangat grassroots motorsport di pergelangan tangan, dibuat khusus bagi pribadi yang memiliki bahan bakar di dalam darahnya dan hidup untuk deru suara mesin.
Raymond Weil
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Raymond Weil tampil beda sebagai salah satu dari sedikit pembuat jam tangan independen milik keluarga yang tersisa di Jenewa. Independensi tersebut memberi mereka kebebasan kreatif untuk menyuntikkan jiwa seni yang murni ke dalam koleksi mereka. Musik dan kebudayaan sudah menjadi DNA mereka, terlihat dari koleksi sector-dial Millésime yang memenangkan penghargaan GPHG, hingga jam tangan penghormatan resmi untuk Gibson Guitars dan The Beatles.
Frederique Constant
(Chronologie Buka di Plaza Senayan Untuk Para Watch Enthusiast. Foto: Dok. Chronologie)
Frederique Constant didirikan atas premis yang sederhana namun revolusioner: pembuatan jam tangan klasik mewah tidak boleh terbatas hanya untuk kaum sangat kaya. Berbasis di Jenewa, mereka adalah salah satu dari sedikit merek di tingkat harga ini yang mampu merancang dan memproduksi kaliber manufacture internal mereka sendiri.
Komponen di jam tangan mewah seperti perpetual calendar dan flyback chronograph, komplikasi yang biasanya berharga puluhan ribu dolar digarap dengan finishing tangan tradisional khas Swiss dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Berikut adalah delapan brand jam tangan yang bisa kamu temukan di Chronologie Plaza Senayan. Kunjungi butiknya sekarang to find out more.







