Bola.com, Surabaya – Persebaya Surabaya kembali mendapat hasil positif pada laga uji coba pramusim. Klub berjulukan Green Force tersebut berhasil menang tipis 1-0 atas tim asal Malaysia, Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8/2026) malam WIB.
Pertandingan uji coba internasional ini menjadi yang pertama untuk mereka setelah memenangkan Piala Presiden. Dalam turnamen pramusim tersebut, Rachmat Irianto dkk jadi yang terbaik usai mengalahkan Persib Bandung via penalti.
Dengan status tersebut, Persebaya tampil begitu dominan. Tetapi mereka membutuhkan tandukan Walber Mota dari sepakan sudut untuk menggetarkan gawang lawan.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui bahwa ada sejumlah evaluasi yang masuk dalam catatannya. Apalagi, lawan asal Negeri Jiran tersebut bermain dengan 10 pemain dalam 30 menit terakhir.
Mantan juru racik PSM Makassar itu juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat berpuas diri usai merengkuh gelar selama pramusim. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati.
“Saya pikir ini bagus bagi pemain, bagi klub, bagi Bonek dan Bonita untuk menang trofi. Itu bagus. Tapi sekarang kami perlu berpikir tentang pertandingan selanjutnya. Piala Presiden sudah berakhir dan kami harus terus bersikap rendah hati,” ucapnya.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Lupakan Skor Akhir
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/9311458/original/047066300_1785402893-20270730_Wahyu_Pratama_PSMS_vs_Persebaya_04.jpg)
Secara garis besar, catatan evaluasi pria asal Portugal itu menyoroti performa kolektif timnya. Ia berulang kali melihat celah di lini pertahanan dan hilangnya fokus pemain terutama dalam transisi defensif yang menyisakan ruang bagi lawan.
Evaluasi ini menjadi poin krusial dalam mematangkan taktik sebelum memasuki Super League dimulai pada awal September mendatang. Ia menekankan bahwa kemenangan dalam laga uji coba bukanlah tolok ukur utama.
“Dalam beberapa momen kami menunjukkan hal-hal yang bagus. Tetapi kami perlu lebih konsisten untuk mengulang hal bagus yang kami tunjukkan itu,” ujarnya.
Terus Jaga Sikap Rendah Hati
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/9317654/original/026866900_1786037856-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_02.jpg)
Setelah memenangi Piala Presiden, Tavares tak henti-hentinya memperingatkan anak asuhnya. Status tersebut tak boleh membuat Persebaya keblinger.
Menurutnya, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai ketika kompetisi resmi bergulir. Gelar pramusim sudah seharusnya ditanggalkan agar tak membuat mereka merasa superior.
“Dengan memenangkan Piala Presiden, bukan berarti kami tim hebat. Kami perlu bersikap rendah hati. Saat kami mulai merasa jemawa, itulah saat kami akan terjatuh,” tegasnya.
Berpikir Sebelum Membeli
Menjelang penutupan bursa transfer, Tavares masih memantau perkembangan situasi tim dengan cermat. Persebaya masih memiliki satu slot pemain asing.
Walau begitu, fokus utamanya saat ini bukan tentang transfer. Melainkan untuk menyatukan visi permainan dan meningkatkan kondisi fisik pemain.
Dirinya berharap konsistensi yang ditunjukkan tim saat ini dapat dipertahankan, lebih-lebih lagi ditingkatkan. Persebaya diharapkan bisa tampil maksimal saat menghadapi Bhayangkara FC di laga perdana nanti.
“Target kami adalah mempersiapkan tim. Saat ini pasar transfer memang terbuka dan semuanya mungkin terjadi, tapi bagiku nyawa tim ini adalah pemain lokal. Fokus kami sekarang adalah meningkatkan stamina, kondisi fisik, dan mental sebelum 5 September tiba,” tutupnya.