Jakarta (ANTARA) – Keikutsertaan dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, 21-25 Agustus, menjadi tolok ukur perkembangan 13 atlet muda Indonesia dalam ajang internasional, sekaligus memberikan pengalaman bertanding di level Asia dan jenjang kompetisi berikutnya.
Pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan keikutsertaan atlet muda di kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang.
“Ya momentum itu juga merupakan rangkaian atau jenjang kompetisi sebagai atlet junior,” kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan pemilihan atlet yang diberangkatkan ke kejuaraan di China dilakukan berdasarkan hasil kejuaraan nasional (kejurnas) junior yang diselenggarakan di Jakarta pada Juni 2026. Hasil kompetisi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan komposisi tim.
Selain berdasarkan hasil kejurnas, terdapat pula atlet yang merupakan bagian dari pembinaan dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas). Para atlet tersebut dipilih dengan mempertimbangkan performa dan kemampuan mereka pada masing-masing nomor yang dipertandingkan.
Menurut Galar, atlet yang masuk dalam tim merupakan yang terbaik pada disiplin masing-masing sehingga kejuaraan di China diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan mereka menghadapi persaingan di tingkat Asia.
Pengalaman bertanding di level internasional juga dinilai penting bagi proses perkembangan atlet junior, terutama untuk membangun kesiapan menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program pembinaan panjat tebing Indonesia dalam menyiapkan regenerasi atlet berprestasi yang dapat diandalkan untuk menghadapi berbagai ajang internasional pada masa mendatang.
Baca juga: FPTI kirim 13 atlet ke Asia Youth Championship di China
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 13 atlet untuk berlaga dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus, yang mempertandingkan disiplin speed, lead, dan boulder.
Ke-13 atlet itu terdiri atas enam atlet putra dan tujuh putri. Timnas Indonesia akan bersaing dalam kejuaraan kelompok usia yakni U17 dan U19.
Dalam kejuaraan itu, Indonesia akan bersaing dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Khusus speed relay (estafet) untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian pertandingan Asia Youth Championship.
Berikut daftar nama atlet dan nomor yang diikuti dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, pada 21-25 Agustus.
Disiplin speed
1. Nomor speed estafet U19 putra: Amirul dan Haddan Malik.
2. Nomor speed perorangan U19 putra: Amirul dan Haddan Malik.
3. Nomor speed perorangan U19 putri: Rerynta.
4. Nomor speed estafet U17 putri: Naura dan Keyzia.
5. Nomor speed perorangan U17 putra: Krido.
6. Nomor speed perorangan U17 putri: Naura dan Keyzia.
Disiplin lead
1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky Aditya
2. Nomor perorangan U19 putri: Taqiyya dan Indie.
3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan dan Rizky Sholeh
4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra dan Indah.
Disiplin boulder
1. Nomor perorangan U19 putra: Rizky.
2. Nomor perorangan U19 putri: Indie.
3. Nomor perorangan U17 putra: Ardana Cikal Damarwulan.
4. Nomor perorangan U17 putri: Mayra.
Baca juga: Pelatih inginkan pelatnas panjat tebing berkelanjutan
Baca juga: Kemenpora tunjukkan komitmen dukung pengembangan atlet panjat tebing
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.