
Pesta Makanan di Kampung Melayu Singapura 1997, Hidangkan Sajian Nasi Padang Terpanjang Waktu Itu | Berita Harian, 2 Juli 1997
Nasi padang adalah salah satu kuliner tradisional khas Indonesia yang banyak digemari oleh banyak orang. Tidak hanya di Indonesia saja, kepopuleran nasi padang ternyata juga sampai di tingkat mancanegara.
Banyak rumah makan padang yang tersebar di beberapa negara berbeda. Keberadaan rumah makan padang ini tidak hanya digemari oleh diaspora Indonesia, tetapi juga diminati oleh masyarakat setempat.
Singapura menjadi salah satu negara yang memiliki beberapa rumah makan padang di sana. Bahkan keberadaan rumah makan padang di Singapura ini diketahui sudah lama, sejak satu abad silam.
Para pedagang yang ada di sana juga dulunya berasal dari Indonesia. Hal ini membuat nasi padang menjadi salah satu sajian yang tidak asing bagi masyarakat yang ada di sana.
Mundur ke beberapa dekade silam, tepatnya pada 1997, ada sebuah pesta makanan yang diselenggarakan di Kampung Geylang Serai, Singapura. Uniknya, nasi padang menjadi salah satu hidangan yang disajikan dalam momen acara tersebut.
Tidak hanya sekadar sajian biasa, nasi padang yang dihidangkan pada acara tersebut disuguhkan dengan cara yang berbeda. Nasi padang pada pesta makanan tersebut dihidangkan dalam sebuah meja panjang sejauh puluhan meter.
Bahkan sajian ini disinyalir sebagai hidangan nasi padang terpanjang di Singapura pada waktu itu. Lantas bagaimana momen saat pesta makanan yang terjadi di Kampung Melayu Singapura pada 1997 silam?
Sajian Nasi Padang Terpanjang di Singapura pada 1997
Dilihat dari artikel “Sajian Nasi Padang Terpanjang” yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 2 Juli 1997, helatan dengan tajuk “Pesta Makanan Singapura” ini dilaksanakan selama sebulan penuh, pada Juli 1997 di Kampung Melayu Geylang Serai, Singapura. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama pihak Kampung Melayu dengan Majilis Pusat Pertubuhan-Pertubuhan Budaya Melayu Singapura pada waktu itu.
Helatan Pesta Makanan Singapura ini digelar di sebuah lapangan yang ada di Kampung Melayu. Masyarakat bisa menikmati berbagai macam kuliner yang tersedia di lapangan seluas 250 meter persegi tersebut.
Khusus pada 13 Juli 1997, ada hidangan khusus yang disajikan pada helatan tersebut. Pada waktu itu, terdapat sajian nasi padang yang dihidangkan di meja sepanjang 73 meter.
Terdapat puluhan lauk pauk khas masakan Ranah Minang yang dihidangkan pada momen tersebut. Penyajian hidangan ini sendiri diketahui menelan biaya hingga SGD5 ribu pada waktu itu.
Juru Masak Handal
Hidangan nasi padang pada momen acara ini dipimpin langsung oleh juru masak berpengalaman di Singapura, yakni Idros Omar atau yang sering disapa dengan julukan “Idros Janggot.” Idros Omar merupakan salah satu keturunan dari orang pertama yang menjual nasi padang di Singapura.
Disitat dari artikel “Nasi Padang” yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 8 November 1998, Idros Omar merupakan cucu dari Abdul Rahman Malin Mandaro atau Sutan Kayo. Sutan Kayo sendiri merupakan pelopor dari Padang Restaurunt yang beroperasi pada 1924 silam.
Padang Restaurunt yang beroperasi hingga Sutan Kayo meninggal dunia pada 1968 tersebut diyakini sebagai rumah makan padang pertama yang beroperasi di daratan Singapura dulunya. Idros Omar juga menjalankan kedai makannya sendiri yang beroperasi di Changi Road pada waktu itu.
Makan-Makan Sambil Berderma
Para pengunjung bisa menikmati sajian ini mulai dari pukul 11.00-14.00 waktu setempat pada waktu itu. Selain itu, ada juga biaya masuk minimal SGD5 yang dikenakan bagi para pengunjung yang datang.
Nantinya biaya masuk ini akan disalurkan ke lembaga amal yang disepakati oleh penyelenggara. Hal ini membuat para pengunjung tidak hanya menikmati makanan yang ada, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu sesama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor