1. News
  2. Kombitainment
  3. TUNA Perkenalkan Transit, Singel Perdana tentang Perasaan yang Tertinggal

TUNA Perkenalkan Transit, Singel Perdana tentang Perasaan yang Tertinggal

tuna-perkenalkan-transit,-singel-perdana-tentang-perasaan-yang-tertinggal
TUNA Perkenalkan Transit, Singel Perdana tentang Perasaan yang Tertinggal

Trio alternatif asal Jakarta, TUNA, resmi memperkenalkan singel perdana bertajuk “Transit” pada 7 Agustus 2026. Diperkuat Zehan Al Ghifari, Defa “Dexfa” Muhamad, dan Achmad “Rizi” Farizi, rilisan ini menjadi langkah awal TUNA dalam membangun identitas musikal baru setelah ketiganya lebih dahulu berproses bersama Disappear Planet.

Sebelum membentuk TUNA, ketiganya telah lama bereksperimen dengan musik elektronik melalui Disappear Planet. Jika proyek tersebut memberi ruang lebih besar bagi eksplorasi produksi dan detail bunyi, TUNA hadir dengan pendekatan yang lebih berpusat pada songwriting serta kemungkinan baru ketika gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam format band.

“Kalau di Disappear Planet waktu itu kami lebih banyak bereksperimen dengan musik elektronik dan detail-detail produksi. Era ketika Disappear Planet masih sangat produktif juga merupakan masa-masa awal kami dalam belajar dan berkembang sebagai produser musik,” kata Zehan saat dihubungi Pophariini (18/8).

Melalui TUNA, ketiganya memilih ruang yang lebih personal dan tidak terlalu terikat pada formula tertentu. Meski nyaman menyebut musik mereka sebagai alternative pop, batas genre tidak dijadikan patokan utama dalam proses kreatif. Kebebasan tersebut justru menjadi salah satu alasan TUNA dibentuk.

“Selain itu, TUNA terasa seperti ruang yang lebih personal buat kami bertiga. Kami gak terlalu memikirkan harus mengikuti genre atau formula tertentu, benar-benar sebebas itu,” ujar Zehan.

Secara tema, “Transit” berbicara tentang perasaan yang belum benar-benar selesai ketika seseorang sudah bergerak meninggalkan sesuatu. Namun, lagu ini tidak lahir dari satu kejadian spesifik yang dialami Rizi. Ia justru menempatkan diri sebagai pengarang yang membangun cerita dari sebuah gambaran visual.

Berawal dari kata kunci “streetlights”, Rizi kemudian mengembangkan cerita tentang lampu jalan yang terus bergerak ketika seseorang berada dalam perjalanan. Sementara tubuh terus maju, ada bagian dari diri yang justru masih tertinggal pada sesuatu yang belum selesai.

“Transit gak lahir dari satu kejadian spesifik. Aku lebih mencoba posisiin diri sebagai pengarang, bukan orang yang lagi cerita ulang kehidupannya sendiri,” tutur Rizi.

Gambaran tersebut kemudian berkembang menjadi pendekatan yang intim dalam “Transit”, sekaligus memperlihatkan upaya TUNA mempertemukan songwriting dengan tekstur atmosferik yang menjadi bagian dari karakter mereka. Singel ini menjadi awal perjalanan trio tersebut dalam mencari bentuk baru yang belum mereka eksplorasi bersama sebelumnya.

Di luar proses kreatif, TUNA juga mulai membuka kemungkinan untuk terhubung lebih jauh dengan skena musik Jakarta. Salah satu ruang yang ingin mereka datangi adalah Sound From East (SFE), yang menurut Defa memiliki kedekatan tersendiri dengan perjalanan mereka. Studio yang digunakan TUNA untuk lokakarya juga berada di kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur.

Kini, “Transit” telah tersedia di berbagai platform musik digital. Melalui singel perdana ini, TUNA membuka ruang baru bagi ketiga personelnya untuk mengembangkan gagasan yang selama ini mereka simpan, kali ini melalui format band yang memberi keleluasaan lebih luas dalam membangun identitas musikal.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
TUNA Perkenalkan Transit, Singel Perdana tentang Perasaan yang Tertinggal
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us