Arema memulai laga ini tanpa menurunkan striker murni, karena penyerang asal Brasil, Gustavo Henrique, masih dalam pemulihan cedera. Sedangkan Mauro Zijlstra yang dipinjam dari Persija Jakarta baru dua pekan latihan bersama, sehingga baru masuk di babak kedua.
Justru saat bermain tanpa striker murni, Singo Edan lebih sulit ditebak. Gustavo Franca, Gabriel Silva dan Marcos Vinicius seringkali bertukar posisi di lini depan.
Selain itu, beberapa pemain tiba-tiba muncul dari lini kedua. Seperti gol pertama yang dicetak Ahmad Alfarizi. Kapten Arema itu berposisi sebagai bek kiri. Namun saat punya momentum menyerang, dia ikut masuk ke dalam kotak penalti dan merobek gawang Isenmulang Kalteng.
Skema tanpa striker murni ini tidak disiapkan mendadak. Tapi sejak Piala Presiden 2026 lalu. Arema beberapa kali bermain tanpa penyerang murni.
Dilanjutkan saat uji coba lawan klub Liga 2 di Malang, yakni RANS Nusantara FC dan Deltras Sidoarjo. Itu yang membuat Arema sudah terbiasa menjalankan skema tanpa striker murni.
Selain itu, Arema punya senjata lewat tendangan sudut. Tiga gol yang dicetak ke gawang Isenmulang Kalteng bermula dari proses corner kick. Arema punya beberapa pemain jangkung yang menggangu pertahanan lawan. Seperti Diego Landis, Walisson Maia, Julian Guevara dan lainnya.