Legenda Si Miskin-Miskin yang Baik Hati, Cerita Rakyat dari Aceh | Magnific AI
Legenda Si Miskin-Miskin adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Aceh. Legenda ini berkisah tentang seorang anak baik hati yang awalnya miskin dan berhasil mendapatkan ganjaran atas perbuatan terpujinya.
Bagaimana kisah di balik legenda Si Miskin-Miskin tersebut?
Legenda Si Miskin-Miskin yang Baik Hati, Cerita Rakyat dari Aceh
Dikutip dari seri informasi budaya “Cerita Rakyat Suku Singkil Si Miskin-Miskin,” dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah dua orang saudara di sebuah kerajaan di Singkil. Kedua saudara ini terdiri seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan.
Kakak laki-lakinya ini tumbuh menjadi seorang yang kaya raya. Lain halnya dengan sang adik perempuan yang miskin karena menikah dengan laki-laki yang memiliki sedikit harta.
Ternyata sang kakak merasa malu dengan keberadaan adiknya itu. Dia pun memutuskan untuk membunuh adik iparnya.
Tidak hanya itu, dia membuang adik perempuan dan anaknya yang bernama Si Miskin-Miskin. Mereka dibuang ke sebuah kampung sunyi yang ada di tengah hutan.
Si Miskin-Miskin pun dibesarkan dengan sepenuh hati oleh ibunya. Ketika beranjak dewasa, dia tetap mengenal sosok pamannya yang dia panggil dengan nama Mak Tuan.
Melihat kondisi keluarganya yang serba berkekurangan, Si Miskin-Miskin berniat untuk meminta bantuan pada Mak Tuan. Dia pun meminta izin pada sang ibu untuk pergi menemui pamannya tersebut.
Ketika sampai di istana Mak Tuan, kedatangannya langsung ditolak oleh sang paman. Mak Tuan tidak mau mengakui Si Miskin-Miskin adalah keponakannya.
Namun dari kejauhan, Putri anak dari Mak Tuan menyadari jika Si Miskin-Miskin adalah sepupunya. Ketika Si Miskin-Miskin diusir dari istana, Putri datang dan memberikan sedikit makanan untuknya.
Si Miskin-Miskin memakan makanan tersebut dengan lahap. Dia berjanji akan mengingat jasa baik dari sepupunya tersebut.
Keesokan harinya, Si Miskin-Miskin masih bertahan di sana. Akhirnya Mak Tuan berniat untuk menghanyutkan Si Miskin-Miskin.
Sebelum itu, Si Miskin-Miskin meminta agar dia dipertemukan dengan sang ibu. Mak Tuan pun memenuhi permintaan tersebut, walau setelah itu ibu Si Miskin-Miskin dia kurung begitu saja.
Sebelum dihanyutkan, sang ibu menitipkan satu korek api, satu pisau mundokh, dan lima biji labu siam untuk Si Miskin-Miskin. Akhirnya anak yang baik hati itu dihanyutkan dan terdampar di sebuah pulau.
Begitu tiba di sana, Si Miskin-Miskin menebang pohon-pohon dan menjadikannya kayu bakar. Dia pun menanam lima biji labu siam yang dibekali oleh sang ibu sebelumnya.
Tidak lama kemudian, datang sebuah kapal saudagar ke pulau tersebut. Dia berniat meminta persediaan kayu bakar Si Miskin-Miskin yang banyak.
Si Miskin-Miskin memberikan kayu bakar itu secara cuma-cuma. Dia hanya meminta kebutuhan pangan sebagai pengganti kayu bakar itu.
Tersiarlah kabar jika ada seorang baik hati yang rela membagikan kayu bakar secara cuma-cuma. Banyak orang yang berdatangan ke pulau tersebut pada akhirnya.
Labu siam yang ditanam Si Miskin-Miskin pun mulai tumbuh. Namun ketika berbuah, labu siam itu habis digigit tikus.
Si Miskin-Miskin pun memasang jebakan tikus di sana. Dia pun berhasil menangkap sang raja tikus.
Raja tikus tersebut memohon untuk dilepaskan. Dia berjanji akan mengganti labu siam tersebut dengan emas dari kerajaannya.
Akhirnya emas yang dimiliki Si Miskin-Miskin pun menjadi banyak. Dirinya kemudian menjelma menjadi sosok yang kaya raya.
Makin lama pulau tersebut makin banyak dihuni masyarakat. Si Miskin-Miskin diangkat menjadi raja di antara mereka.
Si Miskin-Miskin berjanji akan menjaga kehidupan masyarakatnya. Selain itu, dia pun berniat untuk menjemput sang ibu untuk tinggal bersama.
Setibanya di kampung halaman, ternyata hanya tinggal Putri dan ibunya saja. Mak Tuan dan istrinya ternyata sudah meninggal dunia sejak lama.
Akhirnya Si Miskin-Miskin membawa sang ibu bersamanya. Dia pun tidak melupakan jasa Putri dan menikahinya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News