Bebaling Jung, Permainan Tradisional Khas dari Bengkulu yang Terbuat dari Alat Sederhana | Pexels/ömer çelik
Bebaling jung adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Bengkulu. Bagi Kawan yang berasal dari daerah Bengkulu dan sekitarnya, apakah pernah mendengar dan memainkan permainan tradisional yang satu ini sebelumnya?
Dulunya permainan bebaling jung banyak dimainkan oleh anak-anak. Sama seperti berbagai permainan tradisional lainnya, bebaling jung menjadi pilihan hiburan bagi anak-anak dengan sesamanya.
Apalagi tidak banyak alat bantu yang digunakan dalam permainan tersebut. Sebab bebaling jung hanya menggunakan alat-alat sederhana yang mudah didapatkan dalam proses bermainnya.
Bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar permainan tradisional khas dari Bengkulu tersebut? Berikut ulasan terkait permainan bebaling jung dalam artikel berikut.
Mengenal Permainan Tradisional Bebaling Jung
Dikutip GNFI dari buku Seno Undri Rahmadona yang berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu, bebaling jung merupakan salah satu permainan yang berkembang di daerah Bengkulu. Lebih tepatnya lagi, permainan tradisional ini diyakini berasal dari daerah Bengkulu Utara.
Nama permainan tradisional tersebut berasal dari dua kata berbeda, yakni “Bebaling” dan “Jung.” Kata “Bebaling” sendiri memiliki arti baling-baling.
Di sisi lain, kata “Jung” bermakna diangkat atau diputar dengan tangan. Definisi ini menggambarkan proses bermain dalam permainan tersebut.
Dalam permainan ini, anak-anak akan menggunakan peralatannya masing-masing. Adapun bahan yang digunakan untuk alat bermain bebaling jung sangat sederhana dan cukup mudah untuk ditemukan, yakni tutup botol limun dan tali.
Nantinya kedua bahan tersebut akan dirakit sedemikian rupa menjadi alat bermain bebaling jung. Alat ini nantinya bisa berputar layaknya gasing dan akan diadu antara satu pemain dengan pemain lainnya.
Cara Membuat Alat Bebaling Jung
Untuk membuat alat bebaling jung, Kawan perlu mencari tutup botol limun bekas yang sudah tidak terpakai. Selain itu, Kawan juga mencari benang yang kasar dan kuat.
Setelah semua bahan tersedia, maka alat untuk bermain bebaling jung bisa langsung dibuat. Pertama, Kawan bisa memipihkan tutup limun terlebih dahulu.
Setelah pipih, buat dua buah lubang di tengah tutup botol limun. Terakhir, masukkan tali yang sudah dipersiapkan di lubang tersebut dan ikat di bagian ujung agar bisa diputar nantinya.
Biasanya anak-anak akan meruncingkan sisi luar tutup botol limun yang sudah dipipihkan. Gunanya agar alat yang mereka miliki cukup tajam untuk memutus tali lawan nantinya.
Dalam permainan ini, anak-anak biasanya akan mempersiapkan dua hingga tiga buah bebaling. Jadi jika punya mereka sudah putus oleh lawan, anak-anak tersebut masih bisa ikut bermain dengan bebaling cadangan yang dimilikinya.
Proses Bermain
Permainan bebaling jung bisa dimainkan oleh beberapa orang anak. Biasanya permainan ini banyak dimainkan oleh anak laki-laki yang memiliki usia sebaya.
Hanya saja dalam proses bermainnya, permainan bebaling jung akan mempertemukan dua pemain yang saling berhadapan antara satu sama lain. Nantinya pemain yang kalah baru akan diganti oleh pemainnya.
Dalam proses bermainnya, kedua pemain yang mendapatkan giliran bisa saling berhadap-hadapan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka bisa memutar bebaling yang sudah dimiliki dengan kecepatan tertentu.
Kedua pemain kemudian mengadu bebaling mereka masing-masing. Tujuan permainan ini adalah untuk memutus tali bebaling lawan saat proses beradu tersebut.
Pemain yang bebalingnya putus akan kalah dalam giliran tersebut. Nantinya pemenang bisa berhadapan dengan pemain lainnya yang ikut terlibat dalam permainan tersebut.
Pemenang dalam permainan ini adalah pemain yang berhasil mempertahankan bebalingnya hingga akhir. Jika sudah tidak ada lagi bebaling yang utuh dan bisa dimainkan, maka proses bermain permainan tradisional khas Bengkulu tersebut akan berakhir saat itu juga.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News