Jakarta (ANTARA) – Promotor pacuan kuda profesional SARGA.co meraih penghargaan The Sraya Recognition untuk kategori dampak sosial atas keberhasilannya mendorong keterlibatan perempuan dalam ekosistem pacuan kuda.
Head of Corporate Communication SARGA.co, Esther D Ginting mengatakan kehadiran SARGA.co tidak hanya bertujuan menyelenggarakan rangkaian acara pacuan kuda tetap sekaligus memperkenalkan pacuan kuda kepada publik dengan pendekatan yang lebih modern salah satunya dengan cara melibatkan peran perempuan.
“Sebagai promotor pacuan kuda profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia, kami mencoba memodernisasi pacuan kuda sehingga bisa menjadi, bisa memberikan pengalaman baru kepada publik dalam menikmati pacuan kuda di Indonesia,” kata Esther, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Esther melanjutkan, selama ini pacuan kuda memiliki kesan sebagai cabang yang eksklusif dan belum banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Baca juga: KN Pordasi: Sumba potensi besar wisata olahraga berkuda
Baca juga: Festival pacuan kuda dimulai di Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu
Ke depannya, Esther berharap lewat SARGA.co mampu mendorong pemerataan akses tersebut ke publik.
Namun, transformasi yang dilakukan SARGA.co tidak berhenti pada penyelenggaraan event. Menurut Esther, mereka melihat pentingnya membangun ekosistem pacuan kuda dan memberikan kesempatan lebih luas kepada perempuan untuk terlibat.
“Jadi kami juga bukan hanya menyelenggarakan rangkaian acara pacuan kuda, tapi juga transformasi ekosistemnya. Sehingga memberikan kesempatan kepada perempuan untuk lebih banyak berkontribusi di dalam pacuan kuda,” kata Esther.
Berbeda dengan sejumlah cabang yang memisahkan kompetisi berdasarkan gender, pacuan kuda memungkinkan joki perempuan dan laki-laki berkompetisi di lintasan yang sama.
Begitu pula dengan kuda yang digunakan dalam kompetisi. Kuda betina dan kuda jantan tidak dipisahkan ke dalam kelas pertandingan berdasarkan jenis kelaminya.
“Jadi pacuan kuda itu mungkin bisa dibilang olahraga, mungkin satu-satunya olahraga yang inklusifitas perempuan itu sangat besar di situ,” tutur Esther.
Bagi SARGA.co, keterlibatan perempuan dalam pacuan kuda tidak hanya berarti menjadi joki atau atlet. Ekosistem olahraga ini memiliki berbagai peran yang dapat diisi oleh perempuan.
Mulai dari pemilik istal, pelatih, dokter hewan, pemilik kuda hingga berbagai pekerjaan di balik penyelenggaraan event pacuan kuda.
Baca juga: IHR Paku Alam Cup 2026 hadirkan kompetisi pacuan kuda kelas lokal
Baca juga: Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar di Aceh
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.