Setiap hari, kita bisa menerima puluhan bahkan ratusan informasi hanya dari satu genggaman. Bangun tidur, buka media sosial. Ada kabar politik, konflik, bencana, kriminalitas, PHK, kondisi ekonomi, sampai berbagai masalah yang terjadi di sekitar kita.
Belum selesai mencerna satu berita, sudah muncul berita lainnya.
Di satu sisi, mengikuti berita membuat kita lebih aware dengan apa yang terjadi di dunia. Tapi di sisi lain, terlalu banyak terpapar kabar buruk juga bisa membuat kita merasa lelah, cemas, bahkan kehilangan energi untuk menjalani hari.
Di sinilah mindfulness menjadi penting.
Bukan berarti kita harus menutup mata dari masalah yang terjadi. Justru mindfulness membantu kita tetap sadar terhadap apa yang terjadi tanpa membiarkan semua informasi mengambil alih pikiran kita.
Kenapa Bad News Terasa Begitu Melelahkan?
Otak manusia secara alami lebih mudah memperhatikan sesuatu yang dianggap mengancam atau negatif. Karena itu, kabar buruk sering kali terasa lebih menarik perhatian dibandingkan berita positif.
Ditambah lagi, media sosial bekerja dengan sistem yang terus memberikan konten baru berdasarkan apa yang kita lihat dan interaksikan. Akibatnya, kita bisa masuk ke dalam siklus:
lihat satu berita → penasaran → cari berita lain → membaca komentar → menemukan berita baru → terus scrolling.
Tanpa sadar, waktu berlalu dan kepala terasa semakin penuh.
Masalahnya bukan hanya pada jumlah informasi yang kita konsumsi, tetapi juga bagaimana kita meresponsnya.
Mindfulness Bukan Berarti Harus Selalu Tenang
Mindfulness sering disalahartikan sebagai kondisi ketika seseorang harus selalu tenang, positif, atau bebas dari rasa khawatir.
Padahal, bukan begitu.
Mindfulness adalah kemampuan untuk menyadari apa yang sedang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan tanpa langsung bereaksi terhadap semuanya.
Ketika membaca berita buruk dan merasa cemas, misalnya, kita tidak perlu memaksa diri untuk berpikir, “Aku harus tetap positif.”
Cukup sadari:
“Aku sedang merasa khawatir setelah membaca berita ini.”
Dengan menyadari perasaan tersebut, kita punya ruang untuk menentukan apa yang ingin dilakukan selanjutnya—daripada membiarkan rasa cemas membawa kita terus-menerus scrolling.
5 Cara Menerapkan Mindfulness di Tengah Bad News
1. Sadari Apa yang Sedang Kamu Konsumsi
Sebelum membuka media sosial, coba tanyakan pada diri sendiri:
“Aku memang ingin mencari informasi, atau cuma sedang scrolling karena kebiasaan?”
Pertanyaan sederhana ini bisa membantu kita lebih sadar terhadap kebiasaan konsumsi informasi.
Tidak semua informasi harus kita ikuti secara real-time.
2. Beri Batas pada News Consumption
Kamu tidak harus mengetahui setiap perkembangan setiap saat.
Coba tentukan waktu tertentu untuk membaca berita, misalnya pagi atau sore hari. Setelah itu, beri diri sendiri kesempatan untuk melakukan aktivitas lain tanpa terus mengecek update terbaru.
Being informed doesn’t mean being online 24/7.
3. Bedakan Apa yang Bisa Kamu Kontrol
Saat melihat berbagai masalah di dunia, wajar jika kita merasa ingin melakukan sesuatu. Tapi tidak semua masalah berada dalam kendali kita.
Coba pisahkan:
Yang bisa aku kontrol:
Responsku, tindakan yang bisa kulakukan, informasi yang kupilih untuk dikonsumsi.
Yang tidak bisa aku kontrol:
Apa yang terjadi di luar sana, pendapat semua orang, atau bagaimana sebuah situasi berkembang.
Fokus pada hal yang bisa dilakukan sering kali terasa lebih sehat daripada terus memikirkan hal yang berada di luar kendali.
4. Jangan Langsung Bereaksi
Ketika menemukan berita yang membuat emosi naik, tidak ada salahnya mengambil jeda sebelum memberikan komentar, membagikan postingan, atau ikut berdiskusi.
Tarik napas. Baca kembali. Cek sumbernya.
Tanyakan:
“Apakah aku memahami informasinya dengan cukup?”
Mindfulness memberi kita kesempatan untuk merespons dengan sadar, bukan bereaksi secara impulsif.
5. Kembali ke Apa yang Ada di Depanmu
Setelah membaca banyak berita, coba kembali ke kehidupan yang sedang kamu jalani.
Minum air. Rapikan meja. Kerjakan tugas. Ngobrol dengan teman. Jalan sebentar. Fokus pada pekerjaan yang sedang ada di depan mata.
Bukan berarti masalah di dunia tidak penting.
Justru dengan kembali ke present moment, kita mengingat bahwa hidup kita juga tetap berjalan di tengah semua hal yang terjadi di luar sana.
Kamu Boleh Peduli Tanpa Harus Ikut Hancur
Menjadi aware terhadap berbagai masalah adalah hal yang baik. Tapi kita juga perlu menyadari bahwa peduli bukan berarti harus terus-menerus terpapar.
Kamu boleh berhenti scrolling.
Kamu boleh mengambil jeda dari berita.
Kamu boleh tidak tahu semua hal yang sedang terjadi hari ini.
Dan kamu tetap bisa menjadi orang yang peduli.
Karena di era bad news, mindfulness bukan tentang mengabaikan dunia. Ini tentang belajar hadir di dalamnya tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri.