Selain meresmikan fasilitas baru, BBFC juga memperkenalkan kurikulum latihan yang diperbarui. Kurikulum tersebut mengadopsi standar metodologi kepelatihan berdasarkan lisensi AFC dan PSSI.
Materi latihan dalam kurikulum baru BBFC mencakup sejumlah aspek pengembangan pemain. Fokusnya meliputi teknik individu, pemahaman taktik, daya tahan fisik, hingga pembentukan mentalitas juara.
Dalam program pembinaannya, BBFC menggunakan Filanesia atau Filosofi Sepak Bola Indonesia sebagai metode latihan.
Filanesia disebut sebagai kurikulum dan fondasi taktis sepak bola yang diciptakan PSSI untuk menjadi ciri khas karakter permainan Timnas Indonesia.
Untuk pemain usia dini, khususnya kelompok U-9, program latihan BBFC mengutamakan penguasaan bola, kelincahan, dan koordinasi. Materi tersebut diberikan untuk membangun kepekaan pemain terhadap sentuhan bola sejak usia dini.
Sementara itu, pemain berusia U-12 ke atas mulai mendapatkan materi teknik dan taktik sepak bola yang lebih berkembang. Pemain diarahkan untuk mengimplementasikan kemampuan individu yang dimiliki ke dalam permainan tim.
BBFC juga menyatakan ingin memberikan kesempatan yang sama kepada para pemain untuk berlatih, bermain, dan bersaing. Kesempatan tersebut diarahkan agar setiap pemain dapat mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya.