Ichinomiya, Jepang (ANTARA) – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri, sebagai salah satu atlet debutan dalam ajang kompetisi multicabang Asian Games yang berlangsung di Aichi-Nagoya mengaku kurang puas karena ada suasana berbeda dengan harapannya.
“Yang cukup disayangkan dalam Asian Games pertama, saya tidak bisa merasakan perkampungan atlet yang terpusat. Jadi vibes-nya sama seperti turnamen bulu tangkis biasa,” ungkap Fikri saat ditemui setelah pertandingan di Ichinomiya, Jepang, Selasa.
Fikri menceritakan penginapannya berada satu kluster dengan sesama atlet bulu tangkis. Berbeda dengan pelaksanaan Asian Games sebelumnya yang menyediakan wisma atau perkampungan atlet, sehingga seluruh atlet dari beragam cabang olahraga bisa membaur satu sama lain.
Baca juga: Fajar/Fikri sumbang poin pertama beregu putra Indonesia
“Itu yang agak membedakan, tapi saya tetap bersyukur alhamdulillah bisa main dalam Asian Games,” kata Fikri.
Terkait pertandingan hari ini, Fikri mengaku tidak canggung meski baru kali pertama bermain pada Asian Games. Dia sebelumnya sudah berulang kali melakoni laga beregu dalam turnamen tingkat tinggi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), sehingga saat ini pun sudah terbiasa.
Kematangan teknik dan mental Fikri juga terlihat saat tampil pada partai kedua bersama dengan Fajar Alfian, yang sukses merebut kemenangan dari ganda putra Malaysia.
“Jadi hal ini sudah biasa. Mau partai berapa pun memang menentukan jadi secara mental saya fokus dengan pertandingan saja,” pungkas Fikri.
Baca juga: Beregu putri pastikan raih medali bulu tangkis di Asian Games
Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.