Bola.com, Jakarta – Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, punya kenangan tersendiri saat menghadapi Timnas Indonesia. Sekitar 12 tahun lalu, ia pernah membawa Filipina menghajar Skuad Garuda dengan skor telak 4-0.
Kini, Dooley kembali akan berhadapan dengan Indonesia. Bedanya, kali ini ia datang sebagai pelatih Bangladesh dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Bangladesh tergabung di Grup A bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Seluruh pertandingan grup digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Bangladesh dijadwalkan menghadapi Indonesia pada 1 Oktober 2026. Sebelum itu, mereka lebih dulu melawan Malaysia pada 25 September dan Singapura pada 28 September.
Menjelang pertemuan tersebut, Dooley mengenang laga ketika Filipina menghadapi Indonesia pada Piala AFF 2014. Saat itu, Filipina menang telak 4-0 atas tim asuhan Alfred Riedl di Stadion My Dinh, Hanoi.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Pernah Menang 4-0
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1410622/original/060815800_1479561700-_20161119NH_Tomas_Doley_01.jpg)
Dooley bahkan mengaku sempat membicarakan pertandingan tersebut dengan kapten Bangladesh sebelum konferensi pers.
“Saya baru saja berbicara dengan kapten saya sebelum masuk ke sini mengenai pertandingan yang kami mainkan melawan Indonesia sekitar delapan tahun lalu,” ujar Dooley.
“Kami menang 4-0 atas Indonesia. Kami mendominasi hampir setiap meter persegi lapangan dan itu pertandingan yang sangat menarik. Saya pikir itu pertama kalinya kami menang melawan Indonesia.”
Filipina menggilas Timnas Indonesia dengan skor 4-0 di laga kedua Grup A, AFF Suzuki Cup 2014.
Namun, Dooley menyadari situasinya kini sudah jauh berbeda. Menurutnya, perkembangan kualitas pemain membuat Timnas Indonesia saat ini menjadi lawan yang jauh lebih sulit.
“Sekarang jelas sangat berbeda. Bukan karena ini Bangladesh, tetapi karena keterampilan dan pemain yang dimiliki Indonesia saat ini,” tutur pelatih asal Amerika Serikat tersebut.
Indonesia Punya Banyak Pemain Abroad
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5375749/original/071610500_1759981818-3.jpg)
Dooley juga menyoroti keberadaan sejumlah pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kekuatan Garuda berkembang pesat dibandingkan ketika ia masih menangani Filipina.
“Ini tim yang sangat sulit dikalahkan. Saat ini, saya pikir bagi sebagian besar tim di Asia, pertandingan melawan Indonesia sangat sulit,” kata Dooley.
Ia kemudian menyinggung pengalaman para pemain Indonesia yang berkarier di kompetisi Eropa.
“Mereka memiliki beberapa pemain dari Bundesliga 2, Belanda, Jerman. Jadi, ini tim yang sangat berbeda dibandingkan ketika saya menghadapi mereka,” ujarnya.
Dooley memiliki pengalaman menghadapi Indonesia ketika masih menjadi pelatih Filipina. Selain kemenangan 4-0 pada Piala AFF 2014, ia kembali bertemu Garuda pada Piala AFF 2016 yang berakhir imbang 2-2.
Kini, Dooley kembali harus mencari cara untuk menghadapi Indonesia, tetapi dengan kekuatan yang menurutnya sudah mengalami perubahan signifikan.
Pertemuan Bangladesh kontra Indonesia pada 1 Oktober mendatang pun akan menjadi salah satu pertandingan penting Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut menjadi edisi perdana kompetisi regional dengan format baru FIFA ASEAN Cup.
Kevin Diks menyatakan kesiapannya menggantikan Jay Idzes sebagai kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Jay harus absen hingga November akibat cedera hamstring. Kevin mengaku kesempatan memimpin Skuad Garuda merupakan sebuah kehormatan besar…