Jakarta (ANTARA) – Motor listrik semakin menawarkan beragam skema kepemilikan di Indonesia. Salah satunya melalui sistem sewa baterai yang memungkinkan konsumen membeli unit dengan harga awal lebih rendah karena baterai tidak perlu dibeli sekaligus.
Besaran biaya sewa baterai berbeda-beda, tergantung merek, model motor, jumlah baterai dan skema layanan yang dipilih. Berdasarkan informasi terbaru pada September 2026, tarifnya mulai Rp84.000 hingga Rp250.000 per bulan.
Lantas, berapa biaya sewa baterai motor listrik dari sejumlah merek yang menawarkan skema tersebut? Berikut penjelasannya.
1. VinFast
VinFast menawarkan layanan berlangganan baterai untuk tiga motor listriknya, yakni Evo, Feliz II dan Viper. Konsumen yang membeli motor tanpa baterai dapat menggunakan skema sewa dengan tarif Rp84.000 per bulan untuk satu baterai.
Sementara itu, penggunaan dua baterai dikenakan biaya Rp144.000 per bulan. Ketiga model tersebut menggunakan dua slot baterai yang berada di bawah jok dan mendukung sistem penukaran baterai.
Dengan tarif mulai Rp84.000 per bulan, VinFast menjadi salah satu pilihan dengan biaya berlangganan baterai paling rendah dalam daftar ini.
Baca juga: Green SM Bike di Jakarta, driver bisa sewa motor mulai Rp39 ribu
2. Polytron
Polytron menyediakan program sewa baterai untuk beberapa model motor listriknya. Untuk Fox 200, biaya sewa baterai tercantum Rp125.000 per bulan.
Sementara itu, Fox 500 dan Fox R dikenakan biaya sewa Rp200.000 per bulan. Polytron menyebut program tersebut dapat membantu menekan biaya awal pembelian motor listrik.
Polytron juga menyatakan baterai dapat diganti apabila kapasitasnya turun di bawah 85 persen akibat penggunaan normal sesuai ketentuan program.
3. ALVA
ALVA memiliki program BEBAS atau Berlangganan Baterai Sewa untuk model N3 dan CERVO.
Untuk ALVA N3, biaya sewa satu baterai ditetapkan Rp150.000 per bulan, sedangkan dua baterai dikenakan Rp250.000 per bulan. Adapun ALVA CERVO dengan dua baterai juga memiliki tarif Rp250.000 per bulan. Biaya tersebut sudah termasuk pajak berdasarkan ketentuan layanan ALVA.
Melalui skema tersebut, baterai tetap menjadi bagian dari layanan sewa sehingga konsumen tidak perlu membeli baterai secara terpisah di awal.
Baca juga: Pemerintah tetap targetkan realisasi insentif motor listrik tahun ini
Perbandingan biaya sewa
Jika dilihat berdasarkan tarif bulanan, biaya sewa baterai yang ditawarkan sejumlah produsen adalah sebagai berikut.
- VinFast satu baterai sebesar Rp84.000 per bulan dan dua baterai Rp144.000 per bulan.
- Polytron Fox 200 sebesar Rp125.000 per bulan, sedangkan Fox 500 dan Fox R Rp200.000 per bulan.
- ALVA N3 satu baterai sebesar Rp150.000 per bulan dan dua baterai Rp250.000 per bulan. Sementara ALVA CERVO dengan dua baterai dikenakan Rp250.000 per bulan.
Besaran tersebut merupakan biaya berlangganan baterai dan bukan keseluruhan biaya kepemilikan motor. Konsumen tetap perlu memperhitungkan harga unit, biaya listrik untuk pengisian, perawatan, pajak kendaraan dan biaya lain sesuai ketentuan masing-masing merek.
Baca juga: DPR RI dorong percepatan operasional industri baterai nasional
Apa keuntungan sewa baterai?
Sistem sewa baterai dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan konsumen ketika membeli motor listrik. Baterai merupakan salah satu komponen dengan harga relatif tinggi sehingga skema berlangganan memungkinkan harga awal kendaraan menjadi lebih rendah.
Selain itu, beberapa produsen memberikan ketentuan penggantian baterai apabila kapasitasnya mengalami penurunan hingga batas tertentu. Polytron, misalnya, mencantumkan penggantian baterai ketika kapasitas turun di bawah 85 persen sesuai ketentuan program.
Namun, konsumen perlu memperhatikan ketentuan setiap layanan karena biaya bulanan, jumlah baterai, mekanisme penggantian serta fasilitas yang diberikan dapat berbeda.
Dengan demikian, biaya sewa baterai motor listrik di Indonesia saat ini berada pada kisaran Rp84.000 hingga Rp250.000 per bulan berdasarkan sejumlah produk yang menawarkan skema tersebut. Konsumen sebaiknya membandingkan biaya sewa dengan harga pembelian baterai serta kebutuhan jarak tempuh sebelum menentukan skema kepemilikan.
Baca juga: Kemenperin sebut populasi 280.000 motor listrik dukung ekosistem hijau
Baca juga: Mendiktisaintek dorong konversi motor listrik untuk tekan impor energi
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026