1. News
  2. Berita
  3. Mengapa Orang Tua dan Kakek Nenek Kita Punya Bekas Luka Ini?

Mengapa Orang Tua dan Kakek Nenek Kita Punya Bekas Luka Ini?

mengapa-orang-tua-dan-kakek-nenek-kita-punya-bekas-luka-ini?
Mengapa Orang Tua dan Kakek Nenek Kita Punya Bekas Luka Ini?

28 September 2026 14.10 WIB • 2 menit

Mengapa Orang Tua dan Kakek Nenek Kita Punya Bekas Luka Ini?

images info

Sumber: Flickr/Michael Luhrenberg.


Jika Kawan GNFI pernah memperhatikan lengan orang tua atau kakek-nenek, mungkin ada satu tanda kecil yang tampak familiar: bekas luka bulat dan sedikit cekung di lengan bagian atas.

Tanda tersebut bukan kebetulan semata dan biasanya bukan akibat cedera. Pada generasi tertentu, bekas luka itu merupakan kenangan dari vaksinasi cacar yang pernah menjadi bagian penting dalam upaya memberantas penyakit mematikan tersebut di seluruh dunia.

Sejarah Vaksin Cacar

Vaksin cacar sendiri diciptakan oleh seorang dokter asal Inggris bernama Edward Jenner pada 1796. Waktu itu, Jenner mengamati seorang wanita yang tidak terkena cacar karena sebelumnya sudah pernah terjangkit cacar sapi.

Dari pengataman itu, ia kemudian melakukan percobaan yang menjadi tonggak penting dalam sejarah vaksinasi.

Jenner kemudian mengambil materi dari lesi cacar sapi wanita tersebut dan memasukkannya ke luka kecil pada lengan seorang anak laki-laki berusia delapan tahun bernama James Phipps.

Beberapa waktu kemudian, Jenner menguji apakah Phipps terlindung dari cacar, dan anak tersebut memang akhirnya tidak terjangkit penyakit tersebut.

Percobaan ini memperkuat gagasan bahwa paparan cacar sapi dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit cacar yang kala itu menjadi masalah besar. Penemuan Jenner kemudian menjadi dasar pengembangan vaksin cacar dan pemberantasan penyakit tersebut secara global.

Bekas Luka dari Vaksinasi Cacar

Pada masa itu, vaksin cacar diberikan dengan teknik khusus menggunakan jarum bercabang dua yang digunakan untuk menusuk kulit beberapa kali di area yang sama.

Cara pemberian tersebut memang dirancang untuk menimbulkan reaksi lokal pada kulit. Dalam beberapa hari, area yang divaksinasi dapat menjadi merah, membengkak, terasa gatal atau nyeri, kemudian berkembang menjadi lepuhan.

Setelah beberapa waktu, lepuhan tersebut mengering dan membentuk keropeng. Ketika keropeng terlepas, bekas luka kecil yang khas akan tertinggal.

Mengapa Bekasnya Bisa Bertahan Puluhan Tahun?

Bekas luka tersebut terbentuk karena respons tubuh terhadap reaksi lokal yang ditimbulkan vaksin. Ketika kulit mengalami peradangan dan kemudian memperbaiki jaringan yang rusak, proses penyembuhan dapat meninggalkan perubahan permanen pada tekstur kulit.

Bekas luka vaksin cacar umumnya berbentuk bulat atau oval dan dapat terlihat sedikit lebih rendah dibandingkan kulit di sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, bekas tersebut dapat memudar, tetapi pada sebagian orang tetap terlihat jelas selama puluhan tahun.

Vaksin Cacar Massal di Indonesia

Program vaksinasi cacar secara nasional mulai dilaksanakan pada 1956. Program ini kemudian dipadukan dengan pengawasan kasus, dan berbagai upaya pemberantasan lainnya yang memungkinkan penularan cacar secara bertahap berhasil dikendalikan.

Upaya tersebut menunjukkan hasil yang sangat penting ketika Indonesia dinyatakan bebas cacar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 1974 setelah tidak ada lagi kasus cacar yang ditemukan sejak 1972.

Karena proses vaksinasi dilakukan dengan teknik yang sama pada banyak orang, maka luka yang dihasilkan pun juga sama. Inilah mengapa mayoritas orang tua atau kakek nenek kita yang tumbuh di era vaksinasi cacar massal tersebut memiliki bekas luka yang sangat mirip.

Tanda Kecil dari Peristiwa Besar

Bekas luka vaksin cacar mungkin terlihat seperti tanda kecil yang tidak berarti. Namun, bagi orang tua dan kakek nenek kita yang mendapatkannya, tanda tersebut merupakan bagian dari sejarah medis dan kesehatan masyarakat yang sangat penting.

Setelah ini, mungkin Kawan GNFI bisa bertanya pada orang tua atau kakek nenek tentang pengalaman mereka menerima vaksinasi bersejarah ini.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Mengapa Orang Tua dan Kakek Nenek Kita Punya Bekas Luka Ini?
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us