1. News
  2. Berita
  3. Riwayat Kereta Bogor-Sukabumi: Dari Angkutan Hasil Bumi Kolonial hingga Jadi Kereta Andalan Wisata

Riwayat Kereta Bogor-Sukabumi: Dari Angkutan Hasil Bumi Kolonial hingga Jadi Kereta Andalan Wisata

riwayat-kereta-bogor-sukabumi:-dari-angkutan-hasil-bumi-kolonial-hingga-jadi-kereta-andalan-wisata
Riwayat Kereta Bogor-Sukabumi: Dari Angkutan Hasil Bumi Kolonial hingga Jadi Kereta Andalan Wisata

28 September 2026 14.38 WIB • 2 menit

Riwayat Kereta Bogor-Sukabumi: Dari Angkutan Hasil Bumi Kolonial hingga Jadi Kereta Andalan Wisata

images info

Kereta api di Stasiun Sukabumi,/Pemkot Sukabumi


Transportasi kereta api di Indonesia sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Pertama kalinya moda ini membuka layanan terjadi pada 10 Agustus 1867 di mana perusahaan kereta api swasta, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), menghubungkan Semarang dan Tanggung di Jawa Tengah. Kehadirannya di daerah tersebut pun memudahkan bagi warga setempat, terutama sebagai alat angkut hasil bumi.

Berangsur-angsur layanan kereta api bermunculan di wilayah Jawa yang lain, terutama di Jakarta yang saat itu bernama Batavia. NSIM turut membuat jalur KA dari Batavia ke Buitenzorg (Bogor) yang dibangun pada kurun waktu 1869 hingga 1873. Setelah jalur Batavia – Buitenzorg diaktifkan, pembangunan jalur yang baru menuju pedalaman Jawa Barat lalu diusahakan kembali dengan menghubungkan Kota Sukabumi dan Cianjur.

“Jalur ini (Batavia – Buitenzorg) yang kemudian terkait dengan jalur menuju Sukabumi dan Cianjur, sebagai usaha pemerintah untuk memperluas jaringan kereta api ke beberapa kota di Priangan dengan tujuan awal sebagai pengangkutan hasil panen perkebunan. Izin dari pemerintah terbit pada 6 Juni 1878 (tertuang dalam Staatsblad No. 93). Pembangunan jalur ini diserahkan ke perusahaan KA milik pemerintah kolonial, Staatsspoorwegen (SS), dan dibangun dalam tiga tahap, yakni pada Oktober 1881 menghubungkan Buitenzorg – Cicurug, Maret 1882 menghubungkan Cicurug – Sukabumi, dan Mei 1883 menghubungkan Sukabumi – Cianjur,” kata Omar Mohtar, dosen sejarah Universitas Negeri Medan, kepada Good News From Indonesia.

Riwayat Kereta Bogor-Sukabumi

Membuka jalur Bogor menuju Sukabumi memang sangatlah menantang karena wilayahnya berada di dataran tinggi. Namun, menurut Omar, kondisi hal ini justru menjadi alasan utama operator membuka layanan karena teh dan kopi tumbuh subur di daerah tersebut. Mau tak mau layanan KA pun harus tersedia demi efisiensi pengangkutan hasil bumi tersebut yang nantinya diekspor ke Eropa. Meskipun sudah ada jalan darat seperti Jalan Raya Pos yang melewati Bogor, tentu hasil bumi yang sudah diangkut akan sampai lama di ibu kota karena moda darat non-KA saat itu baru sebatas gerobak yang ditarik sapi atau kuda.

Jalur Bogor – Sukabumi terus bertahan hingga pergantian zaman. Pada masa pendudukan Jepang dan era revolusi nasional, jalur ini tetap eksis di mana salah satu fungsi utamanya digunakan untuk memobilisasi tentara masuk ke daerah pedalaman bumi Priangan.

Seterusnya, jalur Bogor – Sukabumi konsisten membuka layanan sampai masa Orde Baru di mana gerbong penumpangnya ditarik kereta rel diesel (KRD). Pada 1996, jalur ini dikabarkan merugi, tetapi tetap dipaksakan terus beroperasi oleh Perumka (kini PT KAI). Alasan layanan trayek ini dipertahankan membuka layanan disebabkan tingginya jumlah penumpang saat musim liburan.

“Pada saat liburan, kereta api ini lebih disukai karena bisa dianggap sebagai kereta wisata,” kata Kepala Stasiun KA Bogor Ismanto kala itu, dikutip dari artikel Berita Yudha berjudul “Kendati Rugi, KRD Bogor-Sukabumi Terus Beroperasi” terbitan 10 Agustus 1996.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Riwayat Kereta Bogor-Sukabumi: Dari Angkutan Hasil Bumi Kolonial hingga Jadi Kereta Andalan Wisata
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us