1. News
  2. Bulutangkis
  3. Leo/Daniel memang fantastis

Leo/Daniel memang fantastis

leo/daniel-memang-fantastis
Leo/Daniel memang fantastis

Leo kembali menampilkan gerakan akrobik ketika mengembalikan smes Lian dengan backhand di antara kedua kakinya

Jakarta (ANTARA) – Kuat secara mental dan teknik, dengan postur atletis nan ideal untuk pebulu tangkis tangguh yang siap menang dari laga ke laga, Leo Carnando/Daniel Marthin akhirnya memenangi pertandingan final tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2026 di Ichinomiya, Jepang, Selasa.

Untuk kedua kali berturut-turut mereka menumbangkan tiga teratas ganda putra dunia, dengan menaklukkan nomor tiga dunia, Liang Weikeng/Wang Chang, dalam tiga gim.

Dalam semifinal mereka mengalahkan ganda putra nomor satu dunia dari Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan cara yang lebih mudah dan lebih mulus ketimbang saat mengalahkan Liang/Wang.

Walau tetap menampilkan diri sebagai pasangan yang lebih percaya diri dan lebih tangguh daripada lawannya, dalam final, Leo/Daniel dipaksa melalui pertandingan yang paling alot yang mereka lakukan dalam kiprahnya pada nomor perseorangan Asian Games ini, dengan waktu 1 jam dua menit untuk menang 19-21, 21-13, 21-18.

Hampir menyelesaikan gim pertama dengan kemenangan, Leo/Daniel disusul ganda China ketika memimpin 19-18 guna balik dikalahkan Liang/Wang dengan 19-21.

Namun pada gim kedua, mereka tak mau lagi membiarkan diri mereka melakukan banyak kesalahan, dan sebaliknya memoles diri untuk tampil lebih sempurna, baik dalam bertahan maupun menyerang. Aksi Leo/Daniel membuat Liang/Wang mati kutu hingga menyerah dalam selisih poin sangat jauh, 13-21, dalam tempo 16 menit.

Sejak unggul 5-4 pada gim itu, perolehan poin Leo/Daniel tak pernah bisa disamai Liang/Wang, hingga menang dengan marjin sangat lebar untuk ganda putra kelas dunia, delapan poin.

Pada gim ketiga, Leo/Daniel dipaksa bermain lebih alot sampai memakan waktu paling lama sebanyak 23 menit. Walau begitu, Leo/Daniel tetap tak pernah bisa diimbangi dan disalip oleh Liang/Wang sejak memimpin 2-1 pada gim pamungkas tersebut.

Selain ganas di depan net, tangguh dalam bertahan, dan visioner dalam bergerak dari titik ke titik di daerah permainannya, mereka juga tampil menawan dengan gerakan-gerakan akrobatiknya.

Gerakan akrobatik nan heroik yang paling memukau adalah saat Leo mengembalikan bola ketika tubuhnya sudah terjatuh, yang untungnya gagal dijangkau Wang yang juga sambil menjatuhkan diri di sisi kanan permainan mereka, sehingga Indonesia memimpin 17-13.

Leo kembali menampilkan gerakan akrobik ketika mengembalikan smes Liang dengan backhand di antara kedua kakinya, untuk membuat kedudukan 18-13.

Sempat didekati Liang/Wang pada kedudukan 18-17 dan kemudian 19-18, ganda putra yang baru dipasangkan lagi sejak April 2026 itu tak lagi memberi ruang dan ampun kepada China. Mereka memenangkan dua poin terakhir pada gim ketiga guna menang 21-18.

Sehari sebelumnya, Fajar Alfian meminta Leo/Daniel membalaskan kekalahannya dari ganda putra China itu dalam semifinal, yang tadinya diharapkan membuka jalan untuk All Indonesian Final dalam ganda putra Asian Games 2026.

Liang/Wang tidak saja mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam nomor perseorangan, tapi juga final beregu putra yang membuat Indonesia tertinggal 0-2. Sedangkan Leo/Daniel merupakan pasangan ganda yang membuat beregu putra menyamakan 2-2 melawan China dalam final beregu yang dimenangkan Indonesia 3-2.

Lebih dari sekadar juara

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Leo/Daniel memang fantastis
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us