Tantangannya kini bergeser: setelah mampu meloloskan atlet ke babak final, bagaimana Indonesia dapat menjaga pencapaian tersebut secara lebih konsisten?
Jakarta (ANTARA) – Hasil yang diraih Basral Graito Hutomo dan Ni Wayan Malana Fairbrother pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memperlihatkan peta persaingan skateboard Indonesia di tingkat Asia.
Dalam ajang tersebut, Basral menempati peringkat keempat nomor street putra, sementara Malana menduduki posisi keenam di nomor street putri.
Meski belum menyumbang medali, pencapaian dari nomor street ini memberikan gambaran objektif mengenai posisi atlet Indonesia di tengah dominasi negara-negara yang selama ini menjadi kekuatan utama skateboard Asia maupun dunia.
Basral menyelesaikan laga final street putra di Aichi Sky Expo, Tokoname, Jepang, Minggu (27/9/2026), dengan torehan 151,41 poin. Ia sempat menghuni posisi ketiga sebelum akhirnya tergeser oleh Juni Kang (Korea Selatan) yang melesat ke peringkat pertama usai sukses mendaratkan nollie heelflip 270 lipslide pada trik terakhirnya.
Juni mengunci medali emas dengan total 180,85 poin, menggeser Toa Sasaki (Jepang) ke posisi kedua (172,35 poin). Sementara itu, Ginwoo Onodera (Jepang)—skateboarder 16 tahun yang tengah menjadi sorotan dunia—meraih perunggu dengan 168,11 poin.
Basral hanya berselisih 16,70 poin dari podium perunggu yang diraih Ginwoo. Sebagai catatan, Ginwoo merupakan peraih emas termuda sepanjang sejarah X Games saat berusia 13 tahun, serta baru saja menjuarai Street League Skateboarding (SLS) Sydney dengan mencetak rekor skor 9+ di tujuh percobaan berturut-turut.
Tiga atlet yang finis di atas Basral memang berada di level persaingan yang berbeda. Ginwoo, Toa, dan Juni merupakan skateboarder yang telah terbiasa tampil di panggung kompetisi elite serta mengantongi rekam jejak panjang di ajang internasional sebelum berlaga di final Asian Games.
Ginwoo sudah mencuri perhatian dunia saat memenangi X Games Chiba pada usia 13 tahun. Sepanjang 2026, skateboarder asal Jepang ini konsisten mendominasi podium di berbagai kejuaraan elite, termasuk X Games Chiba, Sacramento, New Orleans, hingga seri Street League Skateboarding (SLS) di Sydney.
Sementara itu, Juni Kang—atlet asal Korea Selatan yang mulai mematahkan dominasi skateboarder Jepang—bahkan mendapat julukan “Yuto Horigome 2.0”. Julukan ini merujuk pada legenda skateboard Jepang peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024.
Pada X Games Sacramento 2026, Juni mencetak sejarah sebagai atlet Korea Selatan pertama yang meraih medali X Games cabang skateboard, sekaligus menyabet emas di nomor best trick.
Adapun Toa Sasaki datang ke Aichi-Nagoya dengan status skateboarder peringkat dua dunia dalam daftar World Skateboarding Ranking (WSR). Prestasinya tak kalah mentereng, yakni menyabet gelar juara bertahan di World Skate Games edisi 2024 dan 2025.
Dengan peta persaingan tersebut, pencapaian Basral Graito Hutomo—skateboarder berusia 19 tahun asal Solo—menunjukkan keberhasilannya menempel ketat para juara dunia di Asian Games 2026.
Secara teknis, kapasitas Basral memang belum melampaui tiga besar. Juni, Toa, dan Ginwoo sudah terbiasa mengombinasikan tiga hingga empat trik berisiko tinggi sekaligus dalam satu kali lompatan (run).
Sementara itu, Basral masih mengandalkan bigger flip front board—trik yang memberinya raihan 82 poin di Aichi-Nagoya. Trik ini menggabungkan 360 flip (papan berputar secara vertikal dan horizontal bersamaan di udara) dengan frontside boardslide (bagian tengah papan meluncur di atas rail curam dengan posisi badan membelakangi rintangan). Trik yang sama pula yang secara dramatis membawanya merebut medali emas di SEA Games 2025 Thailand.
Melihat deretan nama dan standar kompetisi yang disajikan, persaingan skateboard di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tak lagi sekadar panggung tingkat Asia, melainkan sudah menyajikan tensi dan kualitas kelas dunia layaknya kompetisi Street League Skateboarding (SLS).
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.