Bola.com, Jakarta – Timnas Indonesia berhasil melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati tiga pertandingan fase Grup A dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Tim Garuda mengawali kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, kemudian bermain 0-0 kontra Malaysia. Pada laga terakhir, Timnas Indonesia tampil dominan dan menghajar Bangladesh 9-2.
Performa tersebut mendapat perhatian pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Ia menilai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menemukan karakter permainan yang ingin diterapkan bersama Garuda.
“Saya melihat Herdman mulai menemukan identitas permainan Indonesia, terutama dalam aspek agresivitas dan intensitas menyerang,” ujar Luciano kepada Bola.com, Sabtu (3/10/2026).
Legenda Timnas Thailand, Teeratep Winothai, berbincang bersama Bola Break tentang FIFA ASEAN Cup 2026, perkembangan sepak bola Asia Tenggara, dan pengalamannya saat menghadapi Timnas Indonesia. Winothai menilai Indonesia menjadi pilihan tepat sebagai…
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Fleksibel Mengubah Kompesisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362416/original/083223900_1790780994-Training_Indonesia_240926-179.jpg)
Luciano mengatakan Herdman perlahan menunjukkan fleksibilitas dalam menentukan pendekatan permainan. Salah satunya terlihat kala Timnas Indonesia menggunakan struktur tiga bek saat bersua Bangladesh.
“Dalam laga terakhir, Indonesia menggunakan struktur 3-4-3 dan mampu menghasilkan banyak peluang. Herdman juga melakukan perubahan pada babak kedua untuk kembali memberikan keseimbangan dan tenaga di lini serang,” katanya.
Menurutnya, keberanian Herdman memberikan kesempatan pemain muda jadi salah satu hal positif selama fase grup. Pelatih asal Inggris itu dinilai tidak terpaku pada satu komposisi ketika kondisi pertandingan menuntut perubahan.
“Kelebihannya adalah dia berani memberikan kepercayaan kepada pemain muda dan memiliki fleksibilitas untuk mengubah komposisi ketika situasi pertandingan membutuhkan,” lanjut Luciano.
Final Jadi Ujian Sebenarnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539838/original/079817900_1774627164-9.jpg)
Meski demikian, Luciano melihat masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki Timnas Indonesia. Salah satunya berkaitan dengan konsistensi pertahanan dan kemampuan mengontrol pertandingan selepas unggul.
“Tetapi masih ada pekerjaan rumah, terutama konsistensi pertahanan dan kontrol pertandingan ketika Indonesia sudah unggul besar,” ulas mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.
“Melawan Bangladesh kualitas individu Indonesia terlihat sangat dominan. Di final nanti tantangannya berbeda. Lawan akan memberikan tekanan yang lebih besar dan kesalahan kecil bisa menjadi sangat mahal,” jelasnya.
Pada laga final, Timnas Indonesia ditantang Thailand di SUGBK, Senin (5/10/2026) malam WIB. Duel tersebut diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama ingin mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
“Jadi, bagi saya skor 9-2 melawan Bangladesh adalah hasil yang sangat positif tetapi final akan menjadi ujian sebenarnya bagi kualitas taktik John Herdman,” pungkas Luciano.