
Atlet Indonesia di Asian Games 2026 | Kemenpora
Semua orang tentu tahu jika Asian Games 2026 adalah ajang olahraga, bukan fashion show. Akan tetapi, Indonesia membuat pesta olahraga multicabang tersebut tak ubahnya seperti catwalk lengkap dengan busana-busana nan cantik yang memanjakan mata.
Sebetulnya bukan hal asing apabila event olahraga seperti Asian Games jadi tempat adu keren busana. Lazimnya, setiap negara menghadirkan pakaian khusus seperti seragam atau kostum bertanding untuk para atletnya. Nah, di sanalah negara-negara peserta memanfaatkannya untuk berkreasi dan menuangkan jiwa seninya untuk ditampilkan kepada dunia.
Indonesia agaknya termasuk negara yang “paling niat” dalam menyediakan busana untuk atlet-atletnya. Ini bahkan sudah terlihat sebelum Asian Games 2026 berlangsung, tepatnya saat Indonesia merilis desain seragam atlet.
Seragam atlet Indonesia didesain dengan nuansa wastra Nusantara yang notabene merupakan kekayaan tekstil dan seni tradisional negeri ini. Adapun wastra Nusantara yang motifnya diadaptasi adalah kain Limar khas Sumatra Selatan. Tak hanya itu, pada seragam juga terdapat ornamen Gorga, seni ukir tradisional khas Toba.

Selain ngotot merebut medali, Indonesia tampak tak main-main soal busana atlet. Untuk itulah desainer Ghea Panggabean melalui Ghea Fashion Studio digaet untuk menggarap desainnya. Berkolaborasi dengan Sarinah selaku kurator desain serta Mills yang bertindak sebagai Official Apparel Partner, hadirlah seragam kece yang menemani atlet beraksi di Jepang.
Desain yang dibikin tak sekadar sedap dipandang. Ada pula makna filosofis di dalamnya. Gorga melambangkan kekuatan dan perlindungan, sementara kain Limar melambangkan kehormatan, keunggulan, dan kemuliaan. Dengan kombinasi keduanya, terpancar makna sebagai cerita tentang perjuangan para atlet.
Saat upacara pembukaan Asian Games 2026 diselenggarakan di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, pada Sabtu, 19 September 2026, beberapa atlet mengenakan busana tradisional. Misalnya, atlet basket sekaligus pembawa bendera (flag bearer) Dewa Ayu Made Sriartha mengenakan pakaian dari Bali yang juga adalah daerah asalnya. Kemudian, karateka Daniel Hutapea mengenakan pakaian khas Batak, lengkap dengan kain ulos yang tersampir di bahunya.

“Alhamdulillah, malam ini kita telah bersama-sama menyaksikan pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Saya merasa bangga melihat kontingen Indonesia berjalan dalam defile dengan membawa bendera Merah Putih dan memperlihatkan identitas serta kekayaan budaya Indonesia,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.
Minggu, 4 Oktober 2026, saat Asian Games 2026 ditutup lewat upacara di lokasi yang sama, Indonesia kembali menunjukkan pesonanya. Kali ini, jajaran Chef de Mission dan perwakilan atlet mengenakan kemeja sutra motif songket Bali lengkap dengan udeng. Sementara itu, atlet tenis Meydiana Laviola Reinnamah yang menjadi pembawa bendera mengenakan motif Prada Bali karya desainer senior Ghea Panggabean yang berpadu dengan sarung tenun songket Bali berwarna putih.

“Tentu sangat bangga bisa menjadi wakil Indonesia yang membawa Merah Putih di penutupan Asian Games 2026. Sangat bangga bisa menggunakan baju Bali dan memperkenalkannya ke dunia,” ujar Meydiana.
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.
Tim Editor