Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran junior Indonesia Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti menjadikan pertandingan pertama BWF World Junior Team Championships 2026 sebagai tolok ukur untuk melihat level permainan mereka dalam persaingan dunia.
Moses/Reya dipercaya menjadi pasangan pembuka saat Indonesia mengalahkan Azerbaijan 2-0 pada pertandingan Grup C2 di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, Senin.
“Puji syukur bisa diberikan kepercayaan untuk turun sebagai pembuka. Tentunya senang dan hasil ini bisa menjadi acuan untuk kami agar mengetahui level kami ada di mana,” kata Moses dalam keterangan PP PBSI, Senin.
Moses/Reya membawa Indonesia membuka keunggulan 11-5 atas Ulvi Huseynov/Leyla Jamalzade pada gim pertama sistem relay.
Meski mampu mengawali pertandingan dengan baik, Moses mengatakan dirinya masih membutuhkan penyesuaian dengan kondisi arena pertandingan, terutama pencahayaan dan karakter shuttlecock.
Menurut dia, ukuran arena yang cukup besar juga menjadi salah satu hal yang perlu segera diadaptasi para pemain agar dapat tampil maksimal pada pertandingan berikutnya.
“Namun ini bukan kendala besar dan masih bisa kami atasi,” ujar Moses.
Baca juga: Indonesia libas Azerbaijan 2-0 di laga pembuka Piala Suhandinata
Reya mengatakan secara teknis tidak menemukan kendala berarti selama pertandingan pertama.
Dia menilai hal terpenting bagi dirinya dan Moses adalah menjaga fokus serta pola permainan ketika menghadapi lawan dengan level yang semakin meningkat.
“Secara teknik Alhamdulillah tidak ada kendala apa pun. Semoga ke depannya bisa terus fokus dan bermain seperti tadi,” kata Reya.
Moses mengatakan atmosfer Kejuaraan Dunia Junior membuat setiap pemain dituntut menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan.
Menurut dia, hasil melawan Azerbaijan menjadi modal awal, namun Indonesia masih harus meningkatkan performa untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Catatan penting kami lebih menjaga hawa pertandingan, karena ini levelnya dunia. Jadi harus menjaga agar bisa tetap fokus dan tampil maksimal hari demi hari,” ujar Moses.
Indonesia mengawali Piala Suhandinata dengan kemenangan 2-0 atas Azerbaijan setelah merebut dua gim relay masing-masing dengan skor 55-25 dan 55-11.
Baca juga: Garuda Muda termotivasi sukses senior di Asian Games jelang WJC
Baca juga: Menpora nantikan prestasi cabang lain setelah Leo/Daniel rebut emas
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.