Jadwal keseharian yang padat, mulai dari bekerja hingga bersosialisasi membuat banyak masyarakat saat ini memiliki waktu tidur yang minim. Seperti banyak orang ketahui, menurut penelitian ada baiknya orang dewasa memiliki jadwal tidur selama enam hingga delapan jam setiap malam. Namun dengan kebiasaan begadang, terutama karena penggunaan gadget yang berlebihan bisa berdampak signifikan terhadap kesehatan otak, mulai dari menurunnya konsentrasi dan daya ingat, mudah lelah, gangguan mood, hingga meningkatnya risiko penurunan fungsi kognitif di kemudian hari.
Apakah kamu juga susah tidur atau memiliki gangguan tidur lainnya? Menjawab kebutuhan perihal ini, Seraphim Medical Center, unit bisnis Bethsaida Healthcare yang berfokus pada layanan wellness dan kualitas hidup jangka panjang, resmi menghadirkan Brain Wellness & Sleep Center, layanan kesehatan otak dan optimalisasi kualitas tidur berstandar internasional yang terintegrasi dalam satu pusat layanan.
.jpg)
(Grand opening Seraphim Brain Wellness & Sleep Center dan komunitas Her World Indonesia. Foto: Dok. Gustama Pandu/Her World Indonesia)
Brain Wellness & Sleep Center hadir untuk menjawab berbagai keluhan yang kini banyak dialami masyarakat, seperti insomnia dan gangguan tidur lainnya, brain fog, mudah lupa dan sulit berkonsentrasi, kelelahan kronis akibat stres, gangguan fungsi motorik, hingga risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia baik pada usia produktif maupun lanjut. Setiap klien akan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendapatkan program kesehatan otak yang dirancang dan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
.jpg)
(Grand opening Seraphim Brain Wellness & Sleep Center dan komunitas Her World Indonesia. Foto: Dok. Gustama Pandu/Her World Indonesia)
Brain Wellness & Sleep Center menghadirkan sejumlah teknologi pemeriksaan dan terapi berbasis bukti ilmiah, beberapa diantaranya adalah:
1. qEEG Brain Mapping, berfungsi memetakan aktivitas gelombang otak untuk mendeteksi sejak dini pola yang berkaitan dengan gangguan tidur, stres, maupun risiko penurunan fungsi kognitif.
2. Neurofeedback, melatih otak untuk memperbaiki pola gelombang yang tidak seimbang guna meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan regulasi emosi.
3. Transcranial Pulse Stimulation (TPS), merupakan teknologi non-invasif berbasis gelombang ultrasonik yang digunakan sebagai bagian dari pendekatan penunjang untuk mendukung fungsi kognitif otak. Selain itu, terapi TPS juga dapat meningkatka ketajaman dan kejernihan pikiran, membantu stabilitas mood dan emosi, juga mendukung tidur yang berkualitas.
4. KINESIQ, menilai fungsi motorik secara objektif, karena gangguan motorik kerap berkaitan erat dengan kondisi neurologis maupun kualitas tidur seseorang.
5. Biophoton, digunakan sebagai terapi penunjang berbasis cahaya untuk mendukung keseimbangan energi dan pemulihan tubuh secara menyeluruh.
.jpg)
(Grand opening Seraphim Brain Wellness & Sleep Center dan komunitas Her World Indonesia. Foto: Dok. Gustama Pandu/Her World Indonesia)
(Baca Juga: 6 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bisa Membantu Tubuh Rileks)
Pada 30 September lalu, Her World Indonesia mengundang para komunitas HERCircle untuk menghadiri grand opening Seraphim Brain Wellness & Sleep Center yang berlokasi di Gading Serpong, Tangerang. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Iwan A. Setiawan selaku Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, dr. Febby Astari, IFMCP, dr. Niken P., Sp.N.,DAIFIDN.,MMRS.,FNR.,AIFO-K, dan dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG).
Pada acara ini, para tamu bisa mengenal lebih lanjut bukan hanya tentang jam tidur yang lama, tetapi juga tidur yang berkualitas. Acara ini diisi juga dengan sesi membuat terarium dan ditutup dengan tur eksklusif di Seraphim Brain Wellness & Sleep Center.