Niat mulia Seamus Lawless untuk menggalang dana amal anak-anak di puncak Gunung Everest berakhir dalam tragedi memilukan pada Mei 2019. Setelah bertahun-tahun melakukan persiapan matang hingga berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia tersebut, petaka justru terjadi saat perjalanan turun.
Ketika berada di area The Balcony pada ketinggian ekstrem 8.300 meter, Seamus sempat melepas kaitan tali pengamannya sejenak untuk buang air.
Tanpa diduga, hembusan angin kencang langsung menghempaskannya dari lereng gunung yang curam. Tim penyelamat hanya berhasil menemukan perangkat GPS miliknya sejauh 500 meter dari titik awal ia terjatuh, sementara jasadnya tidak pernah ditemukan hingga saat ini. Kisah ini menjadi pengingat pahit betapa ganasnya alam dan betapa krusialnya pengamanan di zona kematian Everest.
⚠️Disclaimer:
Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, analisis keselamatan pendakian, dan wawasan sejarah ekspedisi. Seluruh materi visual dan informasi dikompilasi dari laporan berita resmi serta dokumentasi publik. Hak cipta sepenuhnya milik pemegang hak cipta masing-masing.
#TragediEverest #kisahnyata #shorts #everest