Bola.com, Jakarta – Klub Filipina yang segrup dengan Borneo FC Samarinda di AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027, One Taguig FC, mengklarifikasi kabar pengunduran diri dari turnamen antarklub Asia ketiga tersebut.
One Taguig, runner-up Liga Filipina musim lalu, menyatakan tidak menarik diri, melainkan dikeluarkan dari ACGL.
One Taguig mengungkapkan Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menjadi penyebab pihaknya mendadak gagal berpartisipasi di ACGL.
“Perjalanan AFCCL kami telah berakhir,” tulis One Taguig dalam akun Instagramnya, @onetaguigfc, Jumat (16/10/2026).
“Setelah mengerahkan segala upaya untuk melanjutkan perjalanan kami di AFC Challenge League, kami telah menerima keputusan dari Federasi dan AFC yang mengakhiri partisipasi kami,” jelasnya.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Penjelasan One Taguig
One Taguig kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak mengundurkan diri dari ACGL. Klub yang baru berdiri pada 2024 itu merasa hancur akibat keputusan PFL dan
“Mari perjelas: kami tidak mengundurkan diri. Kami tidak menyerah. Kami berjuang untuk bertahan,” imbuh One Taguig.
“Kami berjuang demi para pemain, staf, sponsor, dan semua pihak yang percaya pada proyek ini. Kami telah mencoba setiap jalur yang tersedia untuk menjaga mimpi ini tetap hidup. Namun terkadang, betapapun kerasnya Anda berjuang, kekuatan yang melawan Anda menyisakan sedikit sekali ruang untuk bergerak.”
“Rasanya seolah-olah semua yang telah kami bangun musnah terbakar, dan ada batas kemampuan yang dapat ditanggung oleh sebuah klub.”
“Ini adalah pengalaman yang sangat sulit dan menyakitkan bagi semua pihak yang terlibat. Kami sangat kecewa karena perjalanan kami harus berakhir dengan cara seperti ini, terutama setelah pengorbanan, komitmen, dan kepercayaan yang telah membawa kami sejauh ini.”
“Kepada para sponsor dan mitra kami, terima kasih,” ungkapnya.
Sudah TC di Bali
One Taguig seharusnya menghadapi Borneo FC, Tainan City TSG, dan Yangon United dalam Grup G ACGL. Sehingga kini grup tersebut berisikan tiga peserta.
Padahal, One Taguig sudah menjalani persiapan selama beberapa pekan di Bali untuk menatap ACGL yang akan dimulai pada pertengahan pekan ini.
“Terima kasih telah mempercayai kami di saat ada keraguan. Terima kasih telah berdiri bersama One Taguig FC ketika masa depan tampak tidak pasti. Keyakinan Anda kepada kami memiliki makna yang jauh lebih dalam dari kata-kata, dan kami tidak akan pernah menyia-nyiakan kepercayaan tersebut,” ungkapnya.
“Kepada para pemain, staf pelatih, dan para pendukung, terima kasih telah berjuang bersama kami.”
“Meskipun perjalanan ACGL kami berakhir di sini, tanggung jawab kami kepada orang-orang yang mempercayai kami tidak akan berhenti. Kami akan terus menyelesaikan komitmen kami yang belum terselesaikan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terdampak mengenai langkah-langkah selanjutnya.”
“Kami mungkin kehilangan kesempatan untuk bertanding, tetapi kami tidak akan menulis ulang kisah kami sebagai sebuah kepasrahan.”
“Kami tidak pergi begitu saja. Kami dipaksa berhenti. Dan kami akan selalu tahu perbedaannya,” papar One Taguig.