Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadikan gelar Denmark Open 2026 sebagai modal untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri dalam memburu prestasi lebih tinggi pada turnamen-turnamen mendatang.
“Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI seusai menjuarai Denmark Open di Odense, Denmark, Minggu.
Fajar/Fikri memastikan gelar juara setelah mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-8, 21-11 pada final di SJF Arena. Kemenangan dalam waktu 31 menit itu menjadi pencapaian penting bagi pasangan Indonesia yang sebelumnya gagal menjadi juara pada final edisi tahun lalu.
Fajar menegaskan keberhasilan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus berkembang dan meraih gelar-gelar berikutnya. Ia juga berharap tren positif bulu tangkis Indonesia dapat berlanjut, tidak hanya pada level senior, tetapi juga junior.
“Prestasi bulutangkis Indonesia beberapa bulan terakhir sedang cukup baik, semoga terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior tapi juga di junior,” ujar Fajar.
Baca juga: Fajar/Fikri juara Denmark Open 2026
Sementara itu, Fikri menekankan pentingnya menjaga pola pikir agar tidak cepat puas setelah meraih gelar juara. Ia berusaha memperlakukan setiap pertandingan sebagai awal baru sehingga tetap memiliki dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,” kata Fikri.
Menurut Fikri, pengalaman yang diperolehnya selama berpasangan dengan Fajar turut membantunya berkembang, terutama dalam menghadapi tekanan pada pertandingan penting. Ia merasa semakin dewasa dalam menyikapi pertandingan dan memilih berfokus pada upaya maksimal ketimbang memikirkan terlalu banyak hal.
“Saya mencoba untuk sudah nggak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa,” ujar Fikri.
Ia juga berharap pengalaman dari kegagalan pada final Denmark Open tahun lalu dan kekalahan di Asian Games dapat menjadi pelajaran untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Baca juga: Fajar/Fikri melangkah ke final Denmark Open 2026
Dalam perjalanan menuju gelar juara, Fajar/Fikri menunjukkan kemampuan untuk melewati tekanan dari lawan-lawan tangguh. Mereka mengalahkan pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 21-16, 16-21, 21-16 pada semifinal, Sabtu (17/10).
Sebelumnya, mereka menyingkirkan pasangan Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-17, 21-16 pada perempat final, Jumat (16/10).
Pada final, Fajar/Fikri tampil agresif sejak awal dan tidak memberikan banyak kesempatan kepada Aaron/Soh untuk mengembangkan permainan. Strategi menyerang tersebut membawa mereka menguasai pertandingan dalam dua gim langsung.
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.