1. News
  2. Berita
  3. Berlian Kesultanan Banjarmasin hingga Manuskrip Aceh Akhirnya Dipulangkan Belanda, Ini Daftar 20 Artefaknya!

Berlian Kesultanan Banjarmasin hingga Manuskrip Aceh Akhirnya Dipulangkan Belanda, Ini Daftar 20 Artefaknya!

berlian-kesultanan-banjarmasin-hingga-manuskrip-aceh-akhirnya-dipulangkan-belanda,-ini-daftar-20-artefaknya!
Berlian Kesultanan Banjarmasin hingga Manuskrip Aceh Akhirnya Dipulangkan Belanda, Ini Daftar 20 Artefaknya!

18 Oktober 2026 22.08 WIB • 3 menit

Berlian Kesultanan Banjarmasin hingga Manuskrip Aceh Akhirnya Dipulangkan Belanda, Ini Daftar 20 Artefaknya!

images info

Foto oleh camera obscura di Unsplash


Sejumlah benda bersejarah Indonesia yang selama ini tersimpan di museum-museum Belanda akan kembali ke Tanah Air. Pemerintah kedua negara menyepakati pemulangan 20 artefak yang memiliki kaitan dengan sejarah kerajaan, perjuangan melawan kolonialisme, tradisi keagamaan, hingga kesenian Nusantara.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Rianne Letschert di Indonesia House Amsterdam, Jumat (9/10/2026).

Pengembalian ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki ketidakadilan sejarah. Berdasarkan penelitian asal-usul koleksi atau provenance research, Colonial Collections Committee (CCC) Belanda menyimpulkan bahwa 20 artefak tersebut kehilangan kepemilikannya secara tidak sukarela dalam konteks kolonial.

Berlian 38 Karat dan Peninggalan Kesultanan Aceh

Salah satu benda yang menjadi sorotan adalah Berlian Banjarmasin seberat sekitar 38 karat. Berlian tersebut dahulu menjadi bagian dari regalia Kesultanan Banjarmasin dan selama ini disimpan di Rijksmuseum.

Ketua CCC Belanda, Lilian Gonçalves-Ho Kang You, menjelaskan bahwa dokumen perolehan berlian tersebut menunjukkan adanya penyitaan.

“Dokumen perolehan berlian tersebut bahkan menggunakan istilah Report of Confiscation, yang secara jelas menunjukkan adanya penyitaan,” ungkap Lilian.

Selain berlian, Indonesia akan menerima pedang Sikin Panjang dari Aceh yang berkaitan dengan sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Ada pula manuskrip Al-Qur’an yang berhubungan dengan Teuku Umar dan lingkungan keluarganya.

Empat manuskrip Kesultanan Aceh turut masuk dalam daftar pengembalian. Naskah-naskah tersebut menyimpan jejak tradisi intelektual, keagamaan, dan perjalanan sejarah Kesultanan Aceh.

Wayang Beber hingga Nisan Batu Aceh

Daftar artefak yang dipulangkan juga mencakup enam gulungan Wayang Beber, satu panel makam Kesultanan Aceh, serta enam nisan Batu Aceh.

Wayang Beber merupakan bagian dari tradisi seni pertunjukan dan ritual masyarakat Jawa. Sementara itu, panel makam dan nisan Batu Aceh memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan tradisi pemakaman kerajaan serta perkembangan seni kaligrafi Islam.

Lilian menyoroti pentingnya benda-benda tersebut dalam memahami sejarah dan kebudayaan Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa manuskrip Al-Qur’an yang berkaitan dengan Teuku Umar menyimpan catatan tulisan tangan mengenai cara pembacaannya.

“Hari ini, kita mengakui sejarah tersebut dan mengambil langkah untuk memperbaiki ketidakadilan yang terjadi,” ujar Lilian.

Belanda Akui Artefak Seharusnya Tidak Berada di Negaranya

Menteri Rianne Letschert menegaskan bahwa pemerintah Belanda berkomitmen mengembalikan benda budaya yang terbukti diperoleh secara tidak semestinya dalam konteks kolonial.

“Benda-benda ini seharusnya tidak pernah berada di Belanda. Apa yang terbukti bukan milik kami, akan kami kembalikan. Kini kami memperbaiki ketidakadilan tersebut,” tegas Letschert.

Ia juga menyebut kerja sama repatriasi Indonesia dan Belanda berpotensi menjadi model bagi negara lain dalam menyelesaikan persoalan warisan budaya kolonial melalui penelitian dan dialog yang setara.

Sementara itu, Fadli Zon menegaskan bahwa pengembalian benda-benda bersejarah merupakan bagian dari pemulihan identitas nasional dan pelaksanaan mandat Pasal 32 UUD 1945 mengenai pemajuan kebudayaan nasional.

“Kita tidak dapat mengubah peristiwa masa lalu. Namun, kita memiliki tanggung jawab untuk menghadapi konsekuensinya dengan kejujuran, kebijaksanaan, dan komitmen terhadap keadilan,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Kita tidak bermaksud membuka kembali luka masa lalu. Kita ingin menyembuhkannya. Sebab rekonsiliasi membutuhkan tindakan nyata, rasa saling menghormati, serta tekad bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik.”

Lebih dari 32.500 Warisan Budaya Telah Kembali

Sejak 1975 hingga 2025, lebih dari 2.300 benda budaya Indonesia telah dikembalikan dari Belanda. Setelah kesepakatan terbaru, total warisan budaya yang dipulangkan mencapai lebih dari 32.500 unit, termasuk Koleksi Dubois.

Pemerintah Indonesia berkomitmen memastikan seluruh warisan budaya yang kembali dapat dirawat, diteliti, dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui prinsip Care, Research, dan Educate.

Pemulangan 20 artefak ini bukan sekadar pengembalian benda bersejarah, melainkan langkah untuk menghidupkan kembali memori kolektif bangsa dan memperkuat pengakuan terhadap sejarah Indonesia.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Berlian Kesultanan Banjarmasin hingga Manuskrip Aceh Akhirnya Dipulangkan Belanda, Ini Daftar 20 Artefaknya!
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us